FAJI Kabupaten Probolinggo Dominasi Kejurprov Jatim dengan 12 Medali


Jombang, Lensaupdate.com - Kontingen Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Probolinggo menunjukkan performa impresif pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim Arung Jeram 2026. Berlaga di Kali Brantas Kabupaten Jombang pada Kamis hingga Minggu (3–6/9/2026), tiga tim yang diturunkan berhasil mengoleksi 12 medali.

Dari total raihan tersebut, atlet FAJI Kabupaten Probolinggo membawa pulang sembilan medali emas dan tiga medali perak. Hasil itu sekaligus memperlihatkan kekuatan atlet daerah dalam sejumlah nomor yang dipertandingkan.

Tiga tim yang menjadi andalan Kabupaten Probolinggo terdiri dari Youth Women, Youth Men dan Junior Men. Ketiganya mampu memberikan kontribusi medali dan membawa kontingen Probolinggo bersaing di papan atas Kejurprov Jatim Arung Jeram 2026.

Penampilan paling dominan ditunjukkan tim Youth Women. Mereka berhasil mengamankan empat medali emas dari empat nomor yang diikuti.

Medali emas tersebut masing-masing diraih pada nomor sprint, head to head, slalom dan downriver. Konsistensi penampilan sejak nomor awal hingga pertandingan terakhir membuat tim Youth Women tampil sebagai salah satu kekuatan utama FAJI Kabupaten Probolinggo.

Dominasi juga diperlihatkan tim Junior Men. Mereka menyapu bersih empat nomor pertandingan dengan raihan emas pada sprint, head to head, slalom dan downriver.

Sementara tim Youth Men menyumbangkan satu medali emas dari nomor slalom. Tim tersebut juga berhasil menambah tiga medali perak masing-masing melalui nomor sprint, head to head dan downriver.

Dengan hasil tersebut, komposisi akhir perolehan medali FAJI Kabupaten Probolinggo mencapai sembilan emas dan tiga perak.

Ketua FAJI Kabupaten Probolinggo Mahdi menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama antara atlet, pelatih dan official. Menurutnya, hasil di Jombang menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang dilakukan mulai memberikan hasil.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras bersama. Kami bangga dengan perjuangan para atlet yang mampu tampil maksimal dan membawa nama FAJI Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Mahdi meminta para atlet tidak menjadikan keberhasilan tersebut sebagai alasan untuk berhenti meningkatkan kemampuan. Justru, capaian di Kejurprov harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pemacu semangat untuk menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Target kami bukan hanya berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga membawa nama Kabupaten Probolinggo di level yang lebih tinggi,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah menunjukkan perjuangan maksimal selama kompetisi berlangsung. Menurut Mahdi, capaian sembilan emas dan tiga perak tersebut menjadi indikator positif perkembangan pembinaan olahraga arung jeram di Kabupaten Probolinggo.

“Keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan atlet arung jeram di Kabupaten Probolinggo mulai menunjukkan hasil positif,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo. Meskipun belum resmi dilantik sebagai Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Reno menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga daerah.

Menurut Reno, raihan 12 medali yang terdiri dari sembilan emas dan tiga perak menunjukkan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar dalam cabang olahraga arung jeram.

“Raihan sembilan medali emas dan tiga medali perak dalam Kejurprov Jatim Arung Jeram 2026 menjadi sinyal positif bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki potensi atlet yang besar,” terangnya.

Potensi tersebut, lanjut Reno, perlu dijaga melalui program pembinaan yang dilakukan secara terarah dan berkesinambungan. Prestasi di tingkat provinsi harus menjadi pijakan untuk membangun kekuatan atlet agar mampu bersaing dalam kejuaraan yang lebih tinggi.

“Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui pembinaan yang terarah, konsisten dan berkelanjutan. Dukungan terhadap atlet juga menjadi bagian penting agar prestasi yang telah diraih dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan,” jelasnya.

Keberhasilan FAJI Kabupaten Probolinggo di Kali Brantas sekaligus menjadi gambaran positif proses regenerasi atlet arung jeram. Raihan emas dari kategori Youth dan Junior menunjukkan adanya talenta muda yang berpotensi menjadi kekuatan daerah pada masa mendatang.

Reno berharap prestasi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara organisasi olahraga, pelatih, atlet dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pembinaan olahraga.

“Dengan pembinaan yang konsisten serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, FAJI Kabupaten Probolinggo diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya bersaing di tingkat provinsi, tetapi juga mampu membawa nama daerah ke level nasional,” pungkasnya.

Raihan sembilan medali emas dan tiga perak di Kejurprov Jatim Arung Jeram 2026 pun menjadi modal penting bagi FAJI Kabupaten Probolinggo untuk terus meningkatkan kualitas atlet. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan prestasi sekaligus membawa kekuatan arung jeram daerah menembus persaingan di level yang lebih tinggi. (lia/zid)

Baca Juga :