Rutan Kraksaan Pastikan Keamanan, Penggeledahan dan Tes Urine Warga Binaan Nihil Pelanggaran


Kraksaan, Lensaupdate.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan memperketat pengawasan keamanan melalui penggeledahan kamar hunian warga binaan yang dirangkaikan dengan tes urine secara acak, Senin (3/8/2026). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di lingkungan rutan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kamar hunian warga binaan. Selain itu, sebanyak 11 warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani tes urine sebagai bentuk pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan penggeledahan rutin dan tes urine merupakan komitmen jajaran Rutan Kraksaan dalam menjaga keamanan, ketertiban serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari barang terlarang maupun narkoba.

Menurutnya, hasil pemeriksaan yang tidak menemukan barang terlarang serta hasil tes urine yang seluruhnya negatif menunjukkan bahwa sistem pembinaan dan pengawasan di Rutan Kraksaan berjalan secara optimal.

"Penggeledahan rutin dan tes urine merupakan langkah nyata dalam memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Hasil nihil dari penggeledahan serta hasil negatif pada tes urine menjadi indikator bahwa upaya pembinaan dan pengawasan terus berjalan dengan baik," ujarnya.

Galih menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan secara konsisten sebagai bagian dari implementasi program pemasyarakatan yang mengedepankan aspek keamanan sekaligus pembinaan bagi warga binaan.

Sementara Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) M. Azis Yulianto menjelaskan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala untuk memastikan kondisi Rutan Kraksaan tetap aman dan kondusif.

Menurut Azis, penggeledahan dilakukan secara menyeluruh di setiap kamar hunian sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi masuknya barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan. Bersamaan dengan itu, tes urine acak dilakukan guna memastikan tidak ada penyalahgunaan narkotika di dalam rutan.

"Penggeledahan kami laksanakan secara berkala dan menyeluruh sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Tes urine secara acak juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan Rutan Kraksaan tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika," katanya.

Dari hasil kegiatan tersebut, petugas tidak menemukan barang-barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Seluruh sampel urine warga binaan yang diperiksa juga menunjukkan hasil negatif.

Hasil tersebut memperkuat komitmen Rutan Kelas IIB Kraksaan dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan bebas dari penyalahgunaan narkotika melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. (nab/zid)