Gading, Lensaupdate.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor konstruksi melalui pelatihan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi level 4 dan level 5. Kegiatan yang berlangsung pada 4 hingga 6 Agustus 2026 di Kampoeng Kita Hotel & Resto Desa Condong Kecamatan Gading tersebut diikuti 48 peserta dari berbagai bidang jasa konstruksi.
Peserta berasal dari sejumlah jabatan kerja, di antaranya pelaksana lapangan pekerjaan gedung, personel keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pelaksana pemeliharaan jalan, pelaksana operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, pelaksana konstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), teknisi laboratorium beton, pengawas struktur bangunan gedung hingga supervisor pengawas gedung bertingkat.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI) Jawa Timur, Perkumpulan Konsultan Indonesia (PERKONINDO) Jawa Timur serta asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Tenaga Kerja Konstruksi Nasional dan LSP Kompetensi Konstruksi Mandiri.
Materi yang diberikan meliputi penerapan regulasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), komunikasi dan koordinasi proyek, penyusunan program pengawasan, evaluasi pekerjaan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi hingga penyusunan laporan pekerjaan sesuai standar kompetensi nasional.
Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda DPUPR Kabupaten Probolinggo Cahyo Rachmad Dany mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi menjadi kebutuhan penting seiring semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar akan mampu menghasilkan pekerjaan konstruksi yang lebih berkualitas, aman dan efisien.
"Pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia konstruksi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan metode kerja konstruksi modern," katanya.
Cahyo menjelaskan pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
Ia menegaskan program tersebut disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk menjawab kebutuhan dunia konstruksi, khususnya dalam memenuhi tuntutan mutu pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan serta efisiensi biaya proyek.
"Pelatihan dan sertifikasi ini dirancang berbasis SKKNI agar mampu menjawab kesenjangan kompetensi di lapangan sekaligus meningkatkan profesionalisme tenaga kerja konstruksi," jelasnya.
DPUPR Kabupaten Probolinggo berharap seluruh peserta dapat lulus uji sertifikasi dan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai bidang masing-masing. Keberadaan tenaga konstruksi bersertifikat dinilai akan memperkuat daya saing SDM daerah sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo. (ren/zid)
