BPBD Kabupaten Probolinggo Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan


Tongas, Lensaupdate.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di Dusun Krajan RT 03 RW 02 Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, Senin (3/8/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang mengalami kesulitan akibat menurunnya debit sumber mata air.

Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan satu unit truk tangki kepada 29 kepala keluarga (KK) atau 87 jiwa. Penyaluran dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama Agen Penanggulangan Bencana (PB) Jawa Timur dan perangkat Desa Sumberkramat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan distribusi air bersih merupakan langkah tanggap darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

"BPBD terus memantau wilayah yang mengalami kekurangan air bersih akibat musim kemarau. Kami berupaya memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi melalui distribusi air bersih yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan," katanya.

Menurut Oemar, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan kebencanaan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran serta dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Ia menjelaskan pemetaan wilayah rawan kekeringan juga terus dilakukan sebagai dasar penentuan prioritas distribusi bantuan selama musim kemarau berlangsung.

"Data lapangan menjadi acuan kami dalam menentukan daerah yang membutuhkan penanganan lebih dahulu sehingga penyaluran air bersih dapat berjalan efektif," jelasnya.

Selain menyalurkan bantuan, BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan mengutamakan kebutuhan pokok rumah tangga agar persediaan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Oemar menegaskan BPBD Kabupaten Probolinggo akan terus bersiaga menghadapi potensi dampak kekeringan dengan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait krisis air bersih.

"Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan dan masyarakat sangat penting agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan lebih cepat dan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau," pungkasnya. (mel/fas)