MARON - Upaya mencegah stunting tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga dimulai dari kebiasaan sederhana yang diterapkan di rumah. Pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, serta perilaku hidup bersih dan sehat menjadi tiga pilar utama dalam menjaga tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Pesan tersebut mengemuka dalam penyuluhan kesehatan yang digelar Puskesmas Maron bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting RSUD Waluyo Jati dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo di Posyandu Jagalan, Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron.
Kegiatan edukasi ini tidak hanya memberikan informasi kepada para ibu balita, tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa pencegahan stunting dimulai sejak bayi lahir, bahkan sejak masa kehamilan.
Dokter Spesialis Anak RSUD Waluyo Jati, dr. Komang Ayu, Sp.A, menjelaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Kandungan nutrisi dalam ASI telah disesuaikan dengan kebutuhan bayi sehingga mampu mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.
Menurutnya, manfaat ASI tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit hingga anak tumbuh dewasa.
"ASI bukan hanya sumber nutrisi terbaik bagi bayi, tetapi juga merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Keberhasilan pemberian ASI tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan dari suami, keluarga dan lingkungan sekitar. Semakin baik dukungan yang diberikan, semakin besar peluang bayi memperoleh ASI secara optimal," ujarnya.
Ia menambahkan, masih banyak ibu yang menghentikan pemberian ASI lebih awal karena kurangnya dukungan keluarga, kesibukan, maupun informasi yang kurang tepat. Padahal, keberhasilan menyusui menjadi salah satu faktor penting dalam menekan risiko stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian pemerintah.
Selain membahas ASI eksklusif, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang bagi ibu menyusui dan balita. Asupan protein, vitamin, mineral, serta konsumsi buah dan sayur yang cukup dinilai berperan besar dalam menunjang pertumbuhan anak.
Tenaga kesehatan Retno Suciningrum, A.Md.Keb menjelaskan bahwa kebutuhan gizi anak tidak cukup hanya dipenuhi melalui makanan pokok. Orang tua perlu memastikan menu harian mengandung karbohidrat, protein hewani maupun nabati, sayuran, buah, dan cairan yang cukup.
"Kesehatan anak dimulai dari perhatian orang tua terhadap asupan gizi, keberhasilan menyusui dan kebiasaan hidup bersih. Membiasakan cuci tangan dengan benar, menerapkan etika batuk serta memahami pijat oksitosin merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar dalam mencegah penyakit sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," katanya.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta juga diajarkan teknik pijat oksitosin yang dapat membantu memperlancar produksi ASI. Teknik ini dinilai menjadi salah satu solusi bagi ibu menyusui yang mengalami kendala produksi ASI, sehingga pemberian ASI eksklusif dapat terus berlangsung.
Tidak hanya itu, edukasi mengenai cara mencuci tangan yang benar serta etika batuk juga diberikan sebagai langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularan penyakit infeksi pada anak. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyusui, dan setelah dari toilet terbukti efektif menurunkan risiko diare maupun infeksi saluran pernapasan yang kerap menyerang balita.
Para peserta tampak aktif berdiskusi mengenai pola asuh, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), hingga cara menjaga kesehatan anak di lingkungan keluarga. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan masih menjadi kebutuhan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Kolaborasi antara Puskesmas Maron, IBI Ranting RSUD Waluyo Jati, dan PKRS RSUD Waluyo Jati diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga bahwa investasi kesehatan anak dimulai dari rumah. Dengan penerapan ASI eksklusif, gizi seimbang, serta perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten, risiko stunting dapat ditekan sehingga lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (riz/zid)
.jpeg)