Sukapura, Lensaupdate.com – SDN Sukapura 3 Kecamatan Sukapura kembali membuktikan diri sebagai salah satu sekolah dasar yang mampu menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan. Keberhasilan menerapkan pembelajaran kelas rangkap (multigrade class) membuat sekolah ini menjadi lokasi studi tiru Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/7/2026).
Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari pejabat Dinas Pendidikan, pengawas sekolah serta Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan dari 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan datang untuk melihat secara langsung praktik pembelajaran multigrade yang selama ini diterapkan di SDN Sukapura 3.
Rombongan dipimpin Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Didik Suriyanto dan disambut Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indariyati, Pengawas SD Kecamatan Sukapura Evi Herawati, Kepala SDN Sukapura 3 Mujiono, Kepala SDN Wonokerto 2 Samhaji, Ketua Komite SDN Sukapura 3 Waras Slamet beserta para guru.
Selama kunjungan, peserta mengamati secara langsung proses pembelajaran di kelas Fase A, Fase B dan Fase C yang menerapkan sistem kelas rangkap. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi untuk menggali strategi pengelolaan kelas, metode pembelajaran hingga inovasi yang diterapkan sekolah.
Kepala SDN Sukapura 3 Mujiono menjelaskan keberhasilan pembelajaran multigrade tidak hanya ditentukan oleh metode mengajar, tetapi juga komitmen seluruh guru dalam terus meningkatkan kompetensi.
Menurutnya, setiap proses pembelajaran diawali dengan asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan peserta didik sehingga guru dapat menyusun pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
"Guru-guru secara rutin mengikuti Kelompok Kerja Guru (KKG) Multigrade, baik pleno maupun per fase, sehingga kemampuan profesional terus berkembang. Di SDN Sukapura 3 sudah tertanam pola pikir bahwa dalam pembelajaran multigrade tidak ada hambatan, yang ada hanyalah tantangan untuk terus berinovasi," ujar Mujiono.
Ia menambahkan, dukungan komite sekolah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan pendidikan. Melalui berbagai inovasi, komite membantu sekolah memenuhi kebutuhan pembelajaran di tengah keterbatasan jumlah peserta didik maupun dana operasional.
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Didik Suriyanto mengaku terkesan dengan praktik pembelajaran yang diterapkan SDN Sukapura 3. Menurutnya, sekolah tersebut mampu membuktikan bahwa keterbatasan jumlah guru dan siswa bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas.
"Sepulang dari Kecamatan Sukapura kami akan melakukan piloting project sekolah kelas rangkap di Kabupaten Pasuruan. Hasil studi tiru ini juga akan kami diseminasikan kepada seluruh wilayah kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan sebagai bahan pengembangan kebijakan pendidikan," katanya.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indariyati menyampaikan bahwa pembelajaran multigrade di SDN Sukapura 3 merupakan bagian dari inovasi pendidikan yang mendapat pendampingan Tim INOVASI.
"Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai ruang berbagi praktik baik. Pembelajaran multigrade telah menjadi solusi bagi sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan jumlah murid maupun tenaga pendidik tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan," ungkapnya.
Melalui kunjungan tersebut, SDN Sukapura 3 semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah rujukan dalam implementasi pembelajaran multigrade. Pengalaman yang dimiliki sekolah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif, efektif dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. (put/zid)
