Kraksaan, Lensaupdate.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan spiritual. Berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, ratusan warga binaan mengikuti pengajian di Masjid At-Taubah Rutan Kraksaan, Jum'at (17/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang bertujuan membentuk karakter, meningkatkan keimanan serta mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Pengajian menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan Habiburrahman yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya memperkuat iman, memperbaiki akhlak dan menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, perubahan perilaku warga binaan harus dibangun melalui keseimbangan antara pembinaan mental, moral dan spiritual.
"Pembinaan keagamaan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian dari proses membentuk karakter warga binaan. Kami ingin nilai-nilai keagamaan tertanam kuat sehingga menjadi bekal mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, baik selama berada di rutan maupun setelah kembali ke masyarakat," katanya.
Galih menjelaskan pendekatan spiritual memiliki peran besar dalam menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab serta kepercayaan diri warga binaan. Karena itu, Rutan Kraksaan secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkesinambungan.
"Dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten, kami berharap warga binaan mampu meninggalkan perilaku negatif, memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pembinaannya," jelasnya.
Menurut Galih, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari terciptanya keamanan dan ketertiban di dalam rutan, tetapi juga dari kemampuan warga binaan untuk berubah menjadi individu yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Kolaborasi antara Rutan Kraksaan dan MUI Kabupaten Probolinggo juga menjadi wujud sinergi dalam memperkuat pembinaan rohani. Kehadiran tokoh agama di lingkungan rutan diharapkan mampu memberikan motivasi, memperdalam pemahaman keislaman serta menanamkan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kraksaan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang humanis, menyeluruh dan berorientasi pada pembentukan karakter, sehingga warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah masyarakat. (nab/zid)
