Kraksaan, Lensaupdate.com - RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo mulai mematangkan persiapan menghadapi Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2027 melalui bimbingan teknis (bimtek) yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (6–7/7/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat penerapan standar mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta meningkatkan kesiapan seluruh unit kerja dalam menghadapi proses penilaian akreditasi.
Bimbingan teknis yang digelar di Ruang Pertemuan dr. R.I. Wirjono RSUD Waluyo Jati tersebut menghadirkan narasumber dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Rosa Dwi Sahati. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan mengenai implementasi standar akreditasi, penguatan budaya mutu hingga strategi penyelarasan pelayanan di seluruh unit rumah sakit.
Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo dr. Yessi Rahmawati mengatakan persiapan sejak dini menjadi langkah penting agar seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan standar pelayanan kesehatan sesuai ketentuan akreditasi.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada narasumber dari KARS yang telah memberikan pendampingan kepada seluruh jajaran RSUD Waluyo Jati. Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap setiap peserta mampu memahami dan mengimplementasikan standar akreditasi di unit kerja masing-masing sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat," katanya.
Menurut Yessi, akreditasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada mutu layanan, keselamatan pasien, serta perbaikan berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.
"Akreditasi merupakan proses untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai standar. Yang terpenting bukan hanya memperoleh hasil yang baik, tetapi bagaimana budaya mutu dan keselamatan pasien benar-benar menjadi bagian dari setiap pelayanan yang kami berikan," jelasnya.
Selama pelaksanaan bimtek, peserta dibekali materi mengenai implementasi standar akreditasi rumah sakit, peningkatan keselamatan pasien, penguatan manajemen risiko, hingga penyelarasan sistem pelayanan antarunit agar berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Yessi berharap seluruh hasil pembelajaran dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas pelayanan sehari-hari sehingga kesiapan menghadapi akreditasi tahun 2027 semakin optimal.
"Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kompetensi seluruh SDM, memperkuat kolaborasi antarunit serta membangun komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman dan berkualitas. Dengan persiapan yang matang, kami optimistis RSUD Waluyo Jati mampu menghadapi akreditasi 2027 sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (nab/zid)
