Wonomerto, Lensaupdate.com – Kelompok Tani (Poktan) Maju Bersama Tiga Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto didorong menerapkan pestisida nabati sebagai langkah mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pembuatan pestisida nabati yang diterapkan pada demplot tanaman tembakau seluas 0,2 hektare sebagai lahan percontohan, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan menghadirkan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Ika Ratmawati. Pelatihan diikuti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wonomerto bersama seluruh anggota Poktan Maju Bersama Tiga.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi sekaligus praktik membuat pestisida nabati menggunakan berbagai bahan alami seperti daun mimba, daun sirsak, serai, laos, daun tembakau dan bawang putih. Ramuan tersebut kemudian diaplikasikan pada tanaman tembakau sebagai upaya pencegahan serangan hama dan penyakit.
POPT BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati mengatakan penggunaan pestisida nabati menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan pestisida kimia karena berasal dari bahan alami yang mudah diperoleh, murah dan tidak meninggalkan residu berbahaya.
"Pestisida nabati menjadi pilihan tepat bagi petani yang ingin menjaga kelestarian lingkungan. Selain mudah terurai, bahan-bahannya tidak membahayakan manusia maupun organisme lain di sekitar lahan pertanian," katanya.
Menurut Ika, penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan agroekosistem karena berpotensi mematikan musuh alami yang berperan mengendalikan populasi hama.
"Musuh alami merupakan indikator agroekosistem yang sehat dan seimbang. Jika pestisida kimia digunakan secara berlebihan, keseimbangan tersebut akan terganggu. Karena itu, petani perlu bijak memilih metode pengendalian yang lebih ramah lingkungan," jelasnya.
Ketua Poktan Maju Bersama Tiga Sholihin mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi petani untuk memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar sebagai pengendali hama.
"Pelatihan ini sangat membantu karena bahan-bahannya mudah diperoleh di sekitar kita. Selain lebih hemat biaya, kami berharap penggunaan pestisida nabati dapat menjadi solusi untuk menjaga kesehatan tanaman sekaligus lingkungan," ungkapnya.
Sementara Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wonomerto Febti Suryani menilai penggunaan pestisida nabati mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan biaya produksi petani.
"Pestisida nabati merupakan solusi yang ramah lingkungan sekaligus ekonomis. Kami berharap praktik ini dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi kelompok tani di wilayah lain sehingga pertanian berkelanjutan dapat semakin terwujud," ujarnya.
Hal senada disampaikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Wonorejo Faktul Arifin. Ia berharap seluruh peserta menerapkan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan dalam kegiatan budidaya tanaman.
"Kami berharap petani menerapkan pestisida nabati secara konsisten. Selain menekan biaya produksi, lingkungan pertanian tetap terjaga sehingga menjadi langkah nyata menuju pertanian yang lestari dan berkelanjutan," pungkasnya.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan semakin banyak petani di Kabupaten Probolinggo yang beralih menggunakan pestisida nabati sehingga produktivitas tanaman tetap terjaga, biaya produksi lebih efisien dan kelestarian lingkungan pertanian dapat dipertahankan secara berkelanjutan. (mel/fas)
