Dringu, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) di bidang pendidikan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Ruang Nusantara Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Kamis (9/7/2026).
Rakor dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi dan diikuti secara daring oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Kantor Pertanahan Kabupaten Probolinggo serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat disepakati usulan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berada di kawasan SMP Negeri 4 Kraksaan yang mencakup wilayah Desa Asembakor dan Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, dengan luas lahan lebih dari tujuh hektare. Lokasi tersebut dinilai memenuhi kebutuhan pengembangan sekolah, meski masih harus melalui tahapan administrasi dan verifikasi dari pemerintah pusat.
Sebelumnya, Pemkab Probolinggo bersama Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan survei awal sebagai dasar penyusunan kajian lanjutan sebelum penetapan lokasi secara resmi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi mengatakan rapat koordinasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat.
"Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan, baik dari aspek administrasi, teknis maupun koordinasi lintas sektor, sehingga proses persiapan pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan," katanya.
Menurut Sjaiful, keberhasilan program tersebut bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, instansi vertikal, pemerintah desa serta seluruh pemangku kepentingan.
"Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan yang berkualitas sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan," jelasnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Seluruh Perangkat Daerah diminta meningkatkan komunikasi dan koordinasi. Setiap kendala yang muncul agar segera dilaporkan dan dicarikan solusi bersama. Jangan menunggu rapat berikutnya apabila terdapat hambatan yang dapat menghambat pelaksanaan Program Strategis Nasional," ujarnya.
Sekda Ugas menegaskan seluruh OPD harus bekerja secara terukur mengingat target penyelesaian program cukup ketat.
"Saya berharap rapat hari ini tidak berhenti pada penyampaian laporan perkembangan, tetapi menghasilkan keputusan yang jelas, pembagian tugas yang tegas serta target penyelesaian yang terukur. Dengan demikian, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Probolinggo dapat berjalan sesuai harapan Pemerintah Pusat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (mel/fas)
