Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperkuat kemitraan dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) guna mempercepat pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan, terutama di wilayah dengan keterbatasan jumlah guru dan peserta didik.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama jajaran INOVASI di ruang kerja Bupati Probolinggo, Kamis (23/7/2026).
Hadir dalam pertemuan itu Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi, District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono serta Ecosystem Coordinator INOVASI Jawa Timur Ahmad Fathoni. Turut mendampingi Bupati Haris di antaranya Kepala Bapelitbangda Juwono P. Utomo, Kepala Disdikdaya Hary Tjahjono, Kepala DP3AP2KB A'at Kardono, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hariawan Dwi Tamtomo, Kepala DPMD Munaris serta perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui pembenahan sistem pembelajaran, tetapi juga harus diiringi dengan perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sejak usia dini.
"Yang menjadi tantangan kita bukan hanya bagaimana menghadirkan sistem pembelajaran yang baik, tetapi bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar pendidikan menjadi kebutuhan utama bagi setiap keluarga," katanya.
Menurut Bupati Haris, Pemkab Probolinggo terus mengembangkan berbagai inovasi untuk mengatasi persoalan pendidikan, mulai dari penerapan pembelajaran kelas rangkap (multigrade), sekolah satu atap hingga program parenting yang mendorong keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.
Ia mengungkapkan program parenting telah menunjukkan hasil positif karena semakin banyak orang tua yang terdorong menyekolahkan anak-anak mereka ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
"Ketika orang tua memahami pentingnya pendidikan sejak dini, mereka akan lebih antusias mengantarkan anak-anaknya ke sekolah. Ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujarnya.
Bupati Haris juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus mengoptimalkan penggunaan data sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
"Semua program harus berbasis data. Dengan data yang valid, kita bisa menentukan langkah yang tepat dalam menyelesaikan persoalan pendidikan di Kabupaten Probolinggo," tegasnya.
Sementara Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi menyampaikan Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi pendidikan hingga mendapat perhatian pemerintah pusat.
Menurutnya, model pembelajaran kelas rangkap yang diterapkan di Kabupaten Probolinggo telah menjadi contoh bagi daerah lain karena mampu menjawab persoalan keterbatasan guru tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
"Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu mitra strategis INOVASI di Jawa Timur. Praktik-praktik baik yang dikembangkan di sini telah menjadi referensi nasional dan banyak dipelajari oleh berbagai daerah maupun kementerian," jelasnya.
Selain pembelajaran multigrade, INOVASI juga terus mendukung penguatan pendidikan inklusif melalui peningkatan kapasitas guru, pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan Kelompok Kerja (Pokja) Inklusi agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.
"Harapan kami, kolaborasi yang telah terbangun ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak inovasi pendidikan yang lahir dari Kabupaten Probolinggo dan memberi manfaat bagi daerah lain di Indonesia," pungkasnya.
Audiensi tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata dari INOVASI kepada Bupati Probolinggo sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat transformasi pendidikan yang berkualitas dan inklusif di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
