Kraksaan, Lensaupdate.com – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo mulai menyiapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji setelah mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 3 hingga 7 Juli 2026.
Rakernas tersebut menjadi forum nasional bagi seluruh jajaran Kemenhaj untuk mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sekaligus merumuskan berbagai rekomendasi guna meningkatkan mutu pelayanan kepada jemaah pada musim haji berikutnya.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan mengatakan seluruh hasil evaluasi yang telah dilakukan di tingkat daerah dibawa ke forum nasional sebagai bahan pembahasan bersama dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Menurutnya, evaluasi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penyelenggaraan haji, mulai dari pelayanan kepada calon jemaah, koordinasi antarinstansi hingga pelaksanaan operasional di lapangan.
"Rakernas ini merupakan kelanjutan dari evaluasi yang sebelumnya telah kami lakukan di Kabupaten Probolinggo. Berbagai masukan dari daerah kami sampaikan dalam forum nasional agar dapat menjadi bahan penyempurnaan penyelenggaraan ibadah haji secara menyeluruh," katanya.
Barzan menjelaskan Rakernas tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarwilayah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji.
Berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut, lanjutnya, akan menjadi pedoman bagi Kemenhaj Kabupaten Probolinggo dalam menyempurnakan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di tingkat daerah.
"Ilmu, pengalaman dan rekomendasi yang kami peroleh selama Rakernas akan kami implementasikan di Kabupaten Probolinggo agar pelayanan kepada jemaah semakin tertib, terorganisasi, terkoordinasi dan semakin berkualitas," jelasnya.
Selain membahas aspek pelayanan, Rakernas juga memberikan perhatian terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji. Peningkatan kompetensi aparatur dinilai menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, responsif dan berorientasi pada kepuasan jemaah.
Barzan menilai pengembangan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan pembenahan sistem pelayanan agar seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
"Kami ingin seluruh hasil Rakernas benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi petugas sekaligus penyempurnaan sistem pelayanan di Kabupaten Probolinggo. Tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah haji," tegasnya.
Ia berharap berbagai hasil evaluasi dan rekomendasi yang diperoleh dari Rakernas mampu menjadi landasan dalam menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin baik pada tahun-tahun mendatang.
"Komitmen kami adalah terus melakukan perbaikan dan inovasi agar masyarakat Kabupaten Probolinggo memperoleh layanan haji yang semakin profesional, nyaman dan berkualitas sesuai harapan jemaah," pungkasnya. (nab/zid)
