Kemenag Kabupaten Probolinggo Perkuat Integritas Guru DPK, Tekankan Marwah Madrasah


Probolinggo, Lensaupdate.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Islam melalui pembinaan bagi Guru DPK (Guru ASN yang Diperbantukan) di madrasah swasta. Kegiatan yang digelar di Aula Al Ikhlas Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Jumat (3/7/2026), ini menitikberatkan pada penguatan integritas, profesionalisme, disiplin serta komitmen menjaga marwah madrasah.

Pembinaan dilaksanakan setelah olahraga pagi bersama dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha Moh. Sa'dun, Pelaksana Harian Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Ansori serta Analis Sumber Daya Manusia Abdul Hadi.

Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin Kemenag Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan kapasitas Guru DPK yang bertugas di berbagai madrasah swasta. Selain memperkuat kompetensi sebagai pendidik, pembinaan juga diarahkan untuk membangun karakter ASN yang berintegritas dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur menegaskan bahwa setiap ASN memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga amanah negara sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui dunia pendidikan.

"Pengabdian yang kita lakukan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai ASN. Karena itu, kita harus senantiasa memohon kejernihan hati dan pikiran agar mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya," katanya.

Menurut Samsur, kesehatan jasmani dan rohani harus berjalan seimbang. Ia mengajak seluruh Guru DPK untuk tidak hanya menjaga kebugaran melalui olahraga, tetapi juga memperkuat spiritualitas dengan memperbanyak zikir, doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Menjaga kesehatan fisik melalui olahraga harus diimbangi dengan penyegaran spiritual melalui zikir, doa dan pendekatan diri kepada Allah SWT agar setiap guru memiliki ketenangan dalam menjalankan tugas," jelasnya.

Samsur juga mengingatkan kembali komitmen ASN saat menerima Surat Keputusan (SK) pertama sebagai aparatur negara, yakni kesiapan mengabdi di mana pun ditempatkan. Ia meminta para guru senantiasa menjaga hubungan baik dengan yayasan, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan di lingkungan madrasah.

"Di mana pun bertugas, yang terpenting adalah memberikan kontribusi terbaik. Karena itu, jagalah marwah guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru. Jagalah marwah pendidikan Islam, marwah madrasah serta marwah Kementerian Agama dengan bekerja sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Lebih lanjut Samsur menekankan bahwa guru agama memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding sekadar menyampaikan materi pembelajaran. Guru harus menjadi teladan dalam sikap, perilaku, etika dan akhlak sehingga mampu memberikan contoh positif kepada peserta didik maupun masyarakat.

"Hal-hal sederhana yang bertentangan dengan adab tidak sepatutnya dilakukan oleh guru agama maupun ASN Kementerian Agama. Kebiasaan baik harus terus dibangun karena menjadi cerminan pribadi sekaligus citra lembaga," ungkapnya.

Dalam pembinaan tersebut, disiplin kerja juga menjadi perhatian utama. Samsur mengingatkan ASN harus mendahulukan pelaksanaan kewajiban sebelum menuntut hak sebagai aparatur negara.

"ASN harus disiplin, tidak datang terlambat dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, hak yang diterima akan sejalan dengan kewajiban yang telah dilaksanakan," tambahnya.

Samsur turut menyinggung fenomena yang belakangan menjadi perhatian publik terkait viralnya sejumlah kegiatan haflatul imtihan di beberapa madrasah yang dinilai kurang mencerminkan nilai-nilai pendidikan Islam.

Menurutnya, kegiatan perpisahan maupun haflatul imtihan harus tetap menjadi media pembentukan karakter peserta didik dengan mengedepankan norma agama, etika, budaya serta ketentuan yang berlaku.

"Jangan sampai kegiatan yang seharusnya menjadi momen syukur dan kebahagiaan justru menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Guru harus menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap kegiatan pendidikan tetap mencerminkan nilai-nilai Islam, kesopanan dan akhlakul karimah. Dengan demikian, marwah madrasah dan Kementerian Agama akan tetap terjaga," ujarnya.

Di akhir arahannya, Samsur menegaskan bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual dan emosional menjadi modal penting bagi ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh Guru DPK terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme dan memperkuat integritas sehingga mampu menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas serta melahirkan generasi berakhlakul karimah. (mel/fas)