Kemenag Kabupaten Probolinggo Gencarkan Gerakan Indonesia Berkiblat Sambut Rashdul Kiblat 2026


Lumbang, Lensaupdate.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan Gerakan Indonesia Berkiblat sebagai persiapan menyambut pelaksanaan Rashdul Kiblat Nasional pada 15 hingga 16 Juli 2026. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ketepatan arah kiblat berdasarkan metode ilmiah yang telah diakui dalam ilmu falak.

Sosialisasi Gerakan Indonesia Berkiblat dilaksanakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) dan Kantor Urusan Agama (KUA). Salah satu kegiatan digelar di Masjid Baitul Muttaqien Kecamatan Lumbang, Senin (6/7/2026), bersamaan dengan pelaksanaan sosialisasi di sejumlah kecamatan lain seperti Tongas, Wonomerto, Tegalsiwalan dan Maron.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, organisasi kemasyarakatan Islam, penghulu, penyuluh agama hingga pengurus masjid. Hadir dalam kesempatan itu Camat Lumbang Budi Utomo, Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag Kabupaten Probolinggo, jajaran Seksi Bimas Islam, Ketua APRI Jawa Timur beserta pengurus APRI Kabupaten Probolinggo, keluarga besar KUA Lumbang, MWCNU Lumbang, PAC Muslimat NU, PAC Fatayat NU dan PAC GP Ansor Lumbang.

Kepala KUA Lumbang Arif Rahman Hakim mengatakan Gerakan Indonesia Berkiblat merupakan upaya bersama untuk memastikan arah kiblat masjid, musala maupun tempat ibadah umat Islam sesuai dengan kaidah syariat dan perhitungan ilmiah.

"Gerakan Indonesia Berkiblat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan arah kiblat masjid, musala maupun tempat ibadah lainnya sesuai dengan kaidah ilmiah dan syariat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15 hingga 16 Juli 2026," katanya.

Menurut Arif, momentum Rashdul Kiblat menjadi kesempatan terbaik bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara mandiri maupun bersama petugas Kementerian Agama dengan memanfaatkan posisi matahari yang berada tepat di atas Ka'bah.

Sementara Camat Lumbang Budi Utomo menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun Kemenag bersama berbagai elemen masyarakat dalam menyukseskan program nasional tersebut. Pemerintah Kecamatan Lumbang, katanya, siap mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia Berkiblat hingga tingkat desa.

"Kami berharap seluruh pemerintah desa, takmir masjid, pengurus musala dan masyarakat memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat pada 15 hingga 16 Juli 2026 untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara bersama-sama sehingga memberikan manfaat bagi umat," ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Ketua APRI Jawa Timur H. Wawan Ali Suhudi memberikan penjelasan mengenai metode Rashdul Kiblat, yaitu teknik penentuan arah kiblat berdasarkan fenomena astronomi ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah.

Menurutnya, metode tersebut merupakan cara yang sederhana, mudah diterapkan dan memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memverifikasi arah kiblat tempat ibadah.

"Rashdul Kiblat merupakan metode ilmiah yang sederhana, akurat dan dapat dilakukan masyarakat ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah. Momentum ini hanya terjadi pada waktu tertentu sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana edukasi dan pelayanan keagamaan," jelasnya.

Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Imammuddin Nur Fajri menambahkan Gerakan Indonesia Berkiblat merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Peaceful Muharram 1448 Hijriah yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh KUA, penghulu, penyuluh agama, pengurus masjid, organisasi kemasyarakatan Islam dan pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi agar pelaksanaan Rashdul Kiblat Nasional dapat berlangsung sukses di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.

"Kami berharap sinergi seluruh pihak terus diperkuat sehingga pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15 hingga 16 Juli 2026 berjalan optimal. Melalui gerakan ini masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang benar tentang arah kiblat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (mel/fas)