Kemenag Kabupaten Probolinggo dan RSU Wonolangan Perkuat Layanan Kerohanian Pasien


Dringu, Lensaupdate.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo bersama Rumah Sakit Umum (RSU) Wonolangan resmi memperkuat sinergi pelayanan publik melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penyelenggaraan layanan kerohanian bagi pasien, Selasa (14/7/2026).

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur dan Direktur RSU Wonolangan drg. Roosnindya Tjahjaningastoeti di Auditorium RSU Wonolangan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan aspek medis dan spiritual.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen RSU Wonolangan, di antaranya Manajer Operasi dr. Rizka Oktavia Ariyanto, Manajer Business Support Danyswara Madyasta, Asisten Manajer Medical Operation and Support drg. Ranggi Agung Purnama, Herlin Cahya dan Dewi Ayu Puspita.

Sementara dari Kemenag Kabupaten Probolinggo hadir Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Imamuddin Nur Fajri, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Moh. Sa'dun, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Yazid Zain.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur mengatakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kondisi mental dan spiritual pasien.

"Di balik ikhtiar medis yang dilakukan tenaga kesehatan, terdapat kebutuhan batin yang tidak kalah penting, yakni ketenangan jiwa dan penguatan spiritual. Karena itu, pelayanan kerohanian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang humanis," katanya.

Menurut Samsur, Kemenag siap mendukung RSU Wonolangan melalui penyediaan pembimbing rohani yang akan memberikan bimbingan keagamaan, doa bersama, pendampingan spiritual hingga layanan sesuai agama dan keyakinan masing-masing pasien.

"Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kolaborasi formal maupun nonformal ini diharapkan semakin memperkuat pelayanan keagamaan di lingkungan rumah sakit," jelasnya.

Direktur RSU Wonolangan drg. Roosnindya Tjahjaningastoeti menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pelayanan spiritual menjadi salah satu unsur penting dalam proses penyembuhan pasien.

"RSU Wonolangan terus mengembangkan pelayanan kesehatan yang komprehensif serta memiliki kapasitas 127 tempat tidur rawat inap dengan berbagai layanan kesehatan," ujarnya.

Selain layanan rawat jalan dan rawat inap, RSU Wonolangan juga menyediakan Medical Check Up (MCU), pemeriksaan kesehatan pelaut, vaksinasi internasional bagi calon jamaah haji dan umrah, layanan kesehatan pekerja migran Indonesia hingga berbagai layanan kesehatan keluarga.

Roosnindya berharap kolaborasi ini memberikan manfaat bagi kedua institusi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Kami meyakini bahwa pelayanan kesehatan yang paripurna tidak hanya mengobati penyakit, tetapi juga menghadirkan ketenangan, harapan dan penguatan spiritual bagi pasien," tuturnya.

Melalui kerja sama ini, Kemenag Kabupaten Probolinggo akan memberikan layanan kerohanian berupa bimbingan rohani, kultum, doa bersama, pendampingan spiritual serta pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan pasien. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memberikan ketenangan batin sekaligus meningkatkan semangat pasien selama menjalani pengobatan.

Tidak hanya itu, kedua lembaga juga sepakat memperluas sinergi melalui berbagai program sosial kemasyarakatan seperti santunan anak yatim, bakti sosial, donor darah, khitan massal, operasi bibir sumbing, edukasi kesehatan hingga kegiatan kemanusiaan lainnya.

Dalam sesi diskusi, Manajer Business Support RSU Wonolangan Danyswara Madyasta mengusulkan penyusunan agenda implementasi MoU secara terstruktur agar seluruh program dapat berjalan berkelanjutan. Sementara Herlin Cahya mengusulkan pelatihan pemulasaraan jenazah sebagai bagian dari peningkatan kompetensi pelayanan keagamaan bagi aparatur Kemenag. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan visitasi ke sejumlah ruang pelayanan rumah sakit dan menyapa pasien yang sedang menjalani perawatan.

Melalui kemitraan ini, Kemenag Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan keagamaan yang adaptif, inklusif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi antara sektor kesehatan dan keagamaan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang utuh, yakni menyehatkan jasmani, menguatkan mental dan menenteramkan rohani. (mel/fas)