Gula Aren Kabupaten Probolinggo Siap Naik Kelas Nasional


Krucil, Lensaupdate.com - Gula aren khas Kabupaten Probolinggo dipersiapkan menjadi produk unggulan yang memiliki identitas kuat dan mampu bersaing di pasar nasional. Upaya tersebut dimulai melalui Program Communal Branding Palm Sugar yang diawali dengan verifikasi dan identifikasi lapangan di Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris, Jum'at (17/7/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo sebagai langkah awal membangun merek bersama (communal branding) bagi gula aren lokal.

Tim dipimpin Tenaga Ahli Program Communal Branding Palm Sugar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Rahmad Cahyadi bersama Mochamad Iqbal Mahardiyani dari DKUPP Kabupaten Probolinggo.

Verifikasi dilakukan dengan meninjau sentra produksi gula aren di Desa Kalianan Kecamatan Krucil serta berdialog dengan para perajin dan pelaku UMKM di Desa Segaran Kecamatan Tiris. Selain melihat proses produksi, tim juga mengidentifikasi kapasitas produksi, kualitas produk, kelembagaan pelaku usaha hingga kesiapan kawasan untuk dikembangkan sebagai sentra gula aren berdaya saing.

Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris dipilih karena memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil gula aren. Di Desa Kalianan, kapasitas produksi gula semut maksimal 30 kilogram per hari, sedangkan di Kecamatan Tiris terdapat 12 desa yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi gula aren.

Tenaga Ahli Program Communal Branding Palm Sugar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Rahmad Cahyadi mengatakan verifikasi lapangan menjadi tahapan penting sebelum program dijalankan secara penuh.

"Kami ingin memastikan kesiapan kawasan, kapasitas produksi, kualitas produk, kelembagaan pelaku usaha hingga komitmen seluruh pihak. Program ini diharapkan mampu membangun identitas bersama bagi gula aren Kabupaten Probolinggo sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi," katanya.

Rahmad menjelaskan hasil identifikasi akan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan branding komunal agar produk gula aren memiliki ciri khas yang kuat, kualitas yang terjaga serta mampu memperluas jangkauan pemasaran.

Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui JF Pengawas Koperasi Ahli Muda Mochamad Iqbal Mahardiyani mengatakan pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing produk unggulan berbasis potensi lokal.

"Dengan adanya identitas bersama, produk gula aren dari Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris akan lebih mudah dikenal masyarakat. Kami berharap branding komunal ini mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar serta memperkuat daya saing para pelaku UMKM," ujarnya.

Menurut Iqbal, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pelaku UMKM dan para perajin gula aren. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Hasil verifikasi lapangan selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengembangan Program Communal Branding Palm Sugar di Kabupaten Probolinggo. Melalui program ini, gula aren lokal diharapkan tidak hanya dikenal sebagai produk khas daerah, tetapi juga mampu menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. (ren/zid)