Pajarakan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menargetkan penyelesaian sistem data satu pintu (one gate system) pada tahun 2026 sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pemerintahan. Sistem tersebut diharapkan mampu menghadirkan data yang terintegrasi, akurat dan dapat diakses secara real time untuk mendukung transparansi, akuntabilitas serta pengambilan kebijakan berbasis data.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo dengan agenda penandatanganan Nota Persetujuan Bersama Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu (8/7/2026).
Menurut Bupati Haris, keberadaan sistem data terpadu menjadi kebutuhan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif dan terbuka. Melalui sistem tersebut, seluruh data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan terintegrasi dalam satu dashboard digital yang dapat dipantau sesuai kewenangan masing-masing pengguna.
"Progres data satu pintu atau one gate system ini saya harap tahun ini selesai. Ke depan, teman-teman DPRD tidak perlu lagi meminta data ke masing-masing OPD karena kita ingin memiliki dashboard yang bisa diakses secara berkala sesuai kewenangannya," katanya.
Bupati Haris menjelaskan, dashboard tersebut akan menyajikan perkembangan kinerja seluruh OPD secara real time, sehingga berbagai informasi mengenai pelaksanaan program, pembangunan daerah hingga capaian indikator pemerintahan dapat dipantau secara langsung.
"Semua progres kinerja OPD real time bisa terlihat. Jadi tidak ada lagi data yang bisa disembunyikan. Tidak ada lagi laporan hanya berupa angka-angka karena seluruh perkembangan akan terbaca langsung melalui sistem," tegasnya.
Ia menambahkan, sistem data satu pintu akan memuat berbagai informasi strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur, angka kemiskinan, pelayanan publik hingga indikator pembangunan lainnya yang diperbarui secara berkala. Kehadiran sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat proses evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan pemerintah.
"Kita harapkan akhir tahun ini sudah memiliki dashboard yang bisa dibaca secara real time. Dari mana pun kita bisa bekerja dengan digitalisasi, sehingga proses pemerintahan berjalan lebih cepat, lebih tepat dan lebih baik," ujarnya.
Selain mendukung kinerja pemerintah daerah, Bupati Haris menilai integrasi data juga akan memperkuat koordinasi dengan DPRD. Seluruh informasi yang dibutuhkan dapat diakses melalui satu sistem tanpa harus meminta data secara terpisah kepada masing-masing OPD.
Menurutnya, digitalisasi data merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk mewujudkan pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, adaptif terhadap perkembangan teknologi serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Digitalisasi data merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Probolinggo guna mewujudkan pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," pungkasnya. (nab/zid)
