DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Perkuat Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak


Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo memperkuat komitmen mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) melalui sosialisasi yang diikuti Ketua TP PKK kecamatan dan desa se-Kabupaten Probolinggo di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 90 peserta yang terdiri atas Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua TP PKK Desa atau perwakilan desa percontohan, pengurus TP PKK Kabupaten Probolinggo, khususnya Pokja I serta Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Sosialisasi dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris dan dihadiri Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono serta Fasilitator Daerah DRPPA Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Rigustina menjelaskan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman para Ketua TP PKK mengenai indikator dan implementasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

“Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat peran kader PKK dalam pemenuhan hak anak, perlindungan perempuan dari berbagai bentuk kekerasan serta menekan angka perkawinan anak di Kabupaten Probolinggo. Sosialisasi juga menjadi sarana membangun sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan Tim Penggerak PKK dalam mewujudkan sepuluh indikator DRPPA,” ujarnya.

Sementara Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono menegaskan pembangunan desa saat ini tidak lagi hanya diukur dari kemajuan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan desa menciptakan lingkungan yang aman, setara, inklusif dan melindungi perempuan serta anak.

"Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan upaya pemerintah mengintegrasikan perspektif gender dan pemenuhan hak anak ke dalam seluruh aspek pembangunan desa. DRPPA bukan sekadar predikat, tetapi komitmen bersama agar perempuan memperoleh kesempatan yang sama dalam pembangunan serta anak mendapatkan hak tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi secara optimal," katanya.

Menurut A’at, keberhasilan implementasi DRPPA membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. “Dalam hal ini, Tim Penggerak PKK memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat di tingkat desa,” lanjutnya.

Melalui berbagai program PKK terang A’at, kader diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesetaraan gender, mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, memperkuat pola pengasuhan positif, meningkatkan ketahanan keluarga serta mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.

"Saya berharap para Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat serta membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, kader, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga seluruh unsur lainnya untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak," terangnya.

Sedangkan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengatakan konsep Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak sejatinya merupakan investasi bagi masa depan desa.

"Desa yang maju bukan hanya desa yang jalannya mulus atau bangunannya megah, tetapi desa yang setiap perempuan merasa aman untuk berkarya, setiap anak tumbuh dengan kasih sayang, serta setiap keluarga hidup dalam suasana yang harmonis," ungkapnya.

Ning Marisa menilai Ketua TP PKK memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat sehingga mampu menjadi motor penggerak perubahan di tingkat desa. “Saya mengajak seluruh Ketua TP PKK untuk menjadikan DRPPA bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga,” ajaknya.

Menurutnya, berbagai tantangan seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, tingginya angka perkawinan anak hingga belum optimalnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa masih memerlukan perhatian serius.

"Melalui 10 Program Pokok PKK, kita dapat mengintegrasikan nilai-nilai DRPPA dalam setiap kegiatan, mulai dari pola asuh anak, pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi keluarga hingga pemberdayaan perempuan," jelasnya.

Ia berharap seluruh peserta membawa semangat baru setelah mengikuti sosialisasi ini dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah desa, kader Posyandu, BPD, Forum Anak, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen desa.
Ning Marisa menegaskan, desa yang ideal adalah desa yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, mampu mencegah perkawinan anak, memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berkembang serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk belajar, bermain dan berpartisipasi.

"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya yakin Ketua TP PKK adalah perempuan-perempuan hebat yang mampu menjadi pelopor perubahan di desa masing-masing. Mari kita bergandengan tangan mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang semakin maju melalui desa-desa yang ramah perempuan, peduli anak dan berketahanan keluarga," pungkasnya. (mel/fas)