Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memperkuat layanan kesehatan ibu hamil dengan menghadirkan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) di sejumlah puskesmas. Langkah ini menjadi strategi mempercepat deteksi dini kehamilan berisiko tinggi guna menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta mencegah stunting sejak masa kehamilan.
Program yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara puskesmas dan rumah sakit rujukan. Sebanyak lima puskesmas menjadi lokasi pelayanan, yakni Puskesmas Krejengan, Leces, Sumber, Lumbang dan Tiris.
Masing-masing puskesmas mendapat pendampingan dokter spesialis sesuai wilayah rujukannya. Puskesmas Krejengan dan Sumber didampingi dokter spesialis dari RS Graha Sehat dan RS Tongas dr. Edwin, SpOG. Puskesmas Lumbang memperoleh pendampingan dari RS Wonolangan melalui dr. Evania, SpOG, sedangkan Puskesmas Tiris didampingi dokter spesialis dari RSUD Waluyo Jati dr. Alam Syukur H., SpOG.
Dalam pelayanan tersebut, para ibu hamil menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi faktor risiko kehamilan sejak dini. Pemeriksaan oleh dokter spesialis di tingkat puskesmas diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan komplikasi bagi ibu maupun janin.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan layanan kolaboratif ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan spesialis kepada masyarakat.
"Melalui gerak bersama puskesmas, rumah sakit dan dokter spesialis kebidanan serta kandungan ini, kami ingin memastikan ibu hamil risiko tinggi mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat dan berkualitas. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi sekaligus mencegah stunting sejak masa kehamilan," katanya.
Menurut Sri Wahyu, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai komplikasi kehamilan. Oleh sebab itu, sinergi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit rujukan harus terus diperkuat agar ibu hamil memperoleh pelayanan yang terpadu dan berkesinambungan.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, program ini juga diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil semakin meningkat, akses terhadap layanan spesialis semakin mudah dijangkau masyarakat serta mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat, berkualitas dan bebas stunting," pungkasnya. (nab/zid)
