Wonomerto, Lensaupdate.com - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro melalui peningkatan literasi keuangan. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggandeng PT BPR Jatim dalam kegiatan edukasi keuangan yang digelar di Aula Pasar Patalan Kecamatan Wonomerto, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 35 pedagang usaha mikro dari sejumlah pasar di Kabupaten Probolinggo ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam mendukung Program SAE (Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing), khususnya pada sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan usaha, pencatatan keuangan sederhana, pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha serta kemudahan mengakses pembiayaan melalui lembaga perbankan yang resmi dan legal.
Selain itu, PT BPR Jatim juga memperkenalkan berbagai produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, termasuk mekanisme pengajuan kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan usaha.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUPP Kabupaten Probolinggo Aditia Arya Guntoro mengatakan literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun usaha mikro yang sehat, mandiri dan mampu bersaing.
"Kegiatan ini kami selenggarakan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mikro tentang pentingnya pengelolaan keuangan dan akses permodalan melalui lembaga keuangan yang resmi. Kami ingin para pedagang tidak lagi bergantung pada pinjaman informal atau rentenir, tetapi beralih memanfaatkan layanan perbankan yang aman, legal dan memberikan manfaat bagi perkembangan usahanya," katanya.
Menurut Adi, pemahaman terhadap pengelolaan keuangan yang baik akan membantu pelaku usaha menjalankan bisnis secara lebih profesional sekaligus mempermudah memperoleh akses pembiayaan dari perbankan.
Ia menjelaskan, melalui kolaborasi dengan PT BPR Jatim, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai produk kredit, tetapi juga memahami prosedur pengajuan pinjaman, persyaratan administrasi hingga pentingnya pencatatan keuangan sebagai salah satu indikator kelayakan usaha.
"Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini para pelaku usaha semakin percaya diri mengembangkan usahanya. Dengan literasi keuangan yang semakin baik, mereka dapat mengelola modal secara lebih efektif, meningkatkan produktivitas usaha dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat perekonomian daerah," tambahnya.
DKUPP Kabupaten Probolinggo berharap edukasi literasi keuangan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha mikro untuk memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal. Dengan pengelolaan usaha yang lebih baik dan akses pembiayaan yang semakin luas, usaha mikro diharapkan mampu tumbuh lebih kuat, meningkatkan daya saing serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)
