Kraksaan, Lensaupdate.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi dan pendampingan percepatan bagi calon penerima program revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara dan Ruang Agus Salim Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Jum'at (17/7/2026).
Kegiatan tersebut dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti 72 satuan pendidikan, sedangkan sesi kedua diikuti 25 satuan pendidikan. Sosialisasi dihadiri Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati.
Melalui kegiatan ini, Disdikdaya memastikan seluruh sekolah memahami tahapan, persyaratan administrasi serta mekanisme pelaksanaan program revitalisasi sebelum anggaran direalisasikan. Selain mendapatkan penguatan materi, peserta juga diberi kesempatan berdiskusi mengenai berbagai aspek teknis pelaksanaan program.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan pendampingan difokuskan pada kelengkapan dokumen serta tata cara pengunggahan berkas sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Hari ini kami melaksanakan rangkaian kegiatan pendampingan bagi satuan pendidikan calon penerima revitalisasi tahun 2026. Satuan pendidikan mendapatkan sosialisasi terkait kegiatan yang akan dilaksanakan, sekaligus berbagai berkas yang harus dipenuhi dan diunggah sesuai lini masa yang telah ditetapkan oleh Kemendikdasmen," katanya.
Menurut Like, pendampingan tidak hanya menitikberatkan pada aspek administrasi, tetapi juga memastikan kesiapan masing-masing sekolah agar pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.
"Kami berharap seluruh lembaga dapat bersinergi dan melakukan percepatan dalam memenuhi seluruh persyaratan. Pelaksanaan revitalisasi direncanakan mulai berlangsung sekitar bulan Agustus, sehingga kesiapan sejak sekarang menjadi hal yang sangat penting," jelasnya.
Like menambahkan antusiasme sekolah penerima cukup tinggi karena program revitalisasi akan dilaksanakan secara swakelola melalui perjanjian kerja sama antara Kemendikdasmen dan masing-masing satuan pendidikan.
"Para calon penerima sangat antusias. Kami memberikan dukungan dan semangat agar mereka benar-benar siap sebelum anggaran turun. Program revitalisasi ini dilaksanakan secara swakelola melalui perjanjian kerja sama antara Kemendikdasmen dan satuan pendidikan yang akan ditandatangani oleh masing-masing kepala sekolah penerima," terangnya.
Sesuai arahan Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo lanjut Like, seluruh sekolah penerima harus memahami aspek teknis pelaksanaan revitalisasi. Untuk mempercepat koordinasi, Disdikdaya akan membentuk grup komunikasi bersama sehingga setiap kendala dapat segera ditindaklanjuti.
"Sesuai harapan Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, seluruh lembaga harus memahami teknis pelaksanaan revitalisasi. Kami juga akan membentuk grup komunikasi yang solid sehingga apabila ada pertanyaan dapat langsung disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun tim pendamping agar segera mendapatkan solusi," tegasnya.
Like berharap seluruh tahapan program revitalisasi berjalan lancar hingga memasuki tahap pelaksanaan fisik. Setelah kegiatan ini, sekolah penerima juga akan mengikuti sosialisasi lanjutan dari Kemendikdasmen, dengan lokasi di Jakarta untuk jenjang SD dan Surabaya untuk jenjang SMP.
"Semoga seluruh proses berjalan lancar. Ke depan akan ada sosialisasi lanjutan dari tim Kemendikdasmen. Untuk jenjang SD direncanakan di Jakarta dan jenjang SMP akan dilaksanakan di Surabaya," pungkasnya. (nab/zid)
