Diperta Kabupaten Probolinggo Intensifkan Uji Pullorum untuk Jaga Kesehatan Unggas


Wonomerto, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) terus memperkuat pengawasan kesehatan unggas dengan menggelar uji Pullorum di PT Charoen Pokphand Jaya Farm, Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Selasa (7/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit Pullorum sekaligus menjaga keamanan pangan asal hewan.

Kegiatan tersebut melibatkan Diperta Kabupaten Probolinggo, UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang serta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 867 sampel dari unit usaha pembibitan ayam petelur (breeding farm) diperiksa guna mengetahui ada tidaknya infeksi bakteri Salmonella pullorum, penyebab penyakit Pullorum pada unggas.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan pemeriksaan Pullorum merupakan bagian dari program pengawasan rutin yang wajib dilaksanakan oleh seluruh unit usaha pembibitan unggas.

"Penyakit Pullorum dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi peternak karena menyebabkan penurunan produksi telur, meningkatnya angka kematian ayam serta berpotensi menyebar kepada ayam bibit lainnya. Oleh karena itu, pengawasan secara berkala harus terus dilakukan," katanya.

Menurut Niko, pengujian tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan ternak, tetapi juga melindungi masyarakat dari risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui produk peternakan.

"Uji Pullorum merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan unggas sekaligus melindungi masyarakat dari risiko penyakit zoonosis. Karena itu, setiap breeding farm wajib melaksanakan pemeriksaan secara berkala sebagai bagian dari sistem pengawasan kesehatan hewan," jelasnya.

Ia menerangkan hasil pengawasan akan menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk terus memperkuat penerapan biosecurity, menjaga kebersihan kandang, meningkatkan higiene dan sanitasi serta menerapkan pengendalian penyakit secara terpadu. Jika ditemukan kasus Pullorum, penanganan harus segera dilakukan melalui pemberian antibiotik sesuai ketentuan, vitamin serta perbaikan manajemen kesehatan ternak.

"Kami terus mendorong seluruh pelaku usaha peternakan agar disiplin menerapkan biosecurity dan melakukan pengendalian penyakit sesuai standar. Langkah ini sangat penting untuk menjaga produktivitas ternak sekaligus menghasilkan produk pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal," terangnya.

Niko menambahkan Kabupaten Probolinggo saat ini memiliki tiga unit usaha breeding farm yang berada di Kecamatan Wonomerto, Sumberasih dan Pakuniran. Seluruh unit tersebut diwajibkan melaksanakan uji Pullorum secara rutin sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi kesehatan hewan.

"Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, kami berharap kesehatan unggas tetap terjaga, produktivitas peternakan meningkat serta kualitas telur dan daging yang dihasilkan memenuhi standar keamanan pangan sehingga aman dikonsumsi masyarakat," pungkasnya. (mel/fas)