Diperta Kabupaten Probolinggo Kawal Surveilans PMK dan Brucellosis pada 160 Ekor Sapi


Pajarakan, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bersama Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates memperkuat pengendalian penyakit hewan menular dengan melaksanakan surveilans pasca vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta brucellosis terhadap 160 ekor sapi di delapan desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Kegiatan berlangsung pada 7 hingga 10 Juli 2026 sebagai bagian dari evaluasi efektivitas program vaksinasi nasional.

Pelaksanaan surveilans diawali di Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan dan Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan. Tim Pelayanan Aktif BBVet Wates yang dipimpin drh. Nurrohmi mengambil masing-masing 20 sampel serum dan darah EDTA dari sapi yang telah menerima vaksin PMK sedikitnya satu bulan sebelumnya.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto menjelaskan pemeriksaan tersebut bertujuan mengukur tingkat antibodi ternak setelah vaksinasi sehingga dapat diketahui efektivitas perlindungan yang telah terbentuk.

"Surveilans ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kekebalan atau titer antibodi pada sapi yang telah mendapatkan vaksin PMK. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi dasar evaluasi efektivitas vaksinasi sekaligus bahan penyusunan langkah pengendalian penyakit yang lebih tepat," katanya.

Menurut Niko, Diperta berperan mendampingi tim BBVet Wates dalam menentukan lokasi surveilans, menyiapkan data ternak sasaran, serta memastikan hewan yang diambil sampelnya telah memenuhi persyaratan waktu setelah vaksinasi.

"Hasil pemeriksaan diperkirakan selesai sekitar dua minggu setelah pengambilan sampel. Kami berharap sebagian besar ternak menunjukkan tingkat antibodi yang baik sehingga memiliki perlindungan optimal terhadap ancaman PMK," ujarnya.

Ia menambahkan vaksinasi PMK perlu dilakukan secara berkala karena daya tahan antibodi dalam tubuh ternak akan menurun seiring waktu. Oleh sebab itu, program vaksinasi lanjutan tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.

"Vaksinasi berulang bukan berarti vaksin sebelumnya gagal, tetapi merupakan bagian dari upaya mempertahankan kekebalan tubuh ternak agar tetap mampu melawan infeksi PMK. Karena itu kami mengajak para peternak untuk terus mendukung program vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah," jelasnya.

Selain mendampingi kegiatan surveilans, Diperta Kabupaten Probolinggo juga terus memberikan edukasi kepada peternak mengenai pentingnya pencegahan penyakit hewan melalui vaksinasi, biosekuriti kandang, serta pemantauan kesehatan ternak secara rutin.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ternak, para peternak yang mengikuti kegiatan juga menerima bantuan obat cacing dan vitamin secara gratis. Diperta berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan dan peternak mampu memperkuat pengendalian PMK maupun brucellosis sehingga populasi ternak di Kabupaten Probolinggo tetap sehat, produktif dan memiliki daya saing tinggi. (nab/zid)