Sukapura, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan edukasi kesehatan bagi pelajar melalui program Aksi Bergizi yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sukapura, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sebanyak 104 siswa kelas IX mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka mendapatkan berbagai materi mengenai pentingnya gizi seimbang, kesehatan fisik, kesehatan mental hingga kesehatan reproduksi yang dikemas secara interaktif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku hidup sehat sejak usia remaja. Masa remaja dinilai sebagai periode penting dalam pembentukan kebiasaan yang akan memengaruhi kualitas kesehatan hingga dewasa.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan bahwa investasi kesehatan sejak usia sekolah menjadi salah satu kunci menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
"Remaja merupakan aset pembangunan di masa depan. Karena itu mereka perlu dibekali pengetahuan yang benar mengenai gizi, kesehatan fisik maupun kesehatan mental agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas dan produktif," katanya.
Dalam sesi edukasi, para tenaga kesehatan menjelaskan empat pilar gizi seimbang yang meliputi konsumsi makanan beragam, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik secara rutin serta pemantauan berat badan secara berkala. Materi tersebut disampaikan dengan metode diskusi sehingga siswa lebih mudah memahami manfaat penerapannya.
Sri Wahyu menjelaskan bahwa kebutuhan gizi yang terpenuhi dengan baik akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan tubuh, daya tahan, perkembangan otak serta kemampuan belajar siswa di sekolah.
Ia mengajak para pelajar membiasakan sarapan sebelum memulai aktivitas, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mengonsumsi protein yang cukup serta mengurangi makanan dan minuman yang mengandung gula, garam dan lemak berlebihan.
"Kami ingin para siswa memahami bahwa pola makan yang sehat tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar. Kebiasaan baik yang dibangun sejak remaja akan menjadi bekal hingga dewasa," jelasnya.
Selain membahas pola makan sehat, peserta juga memperoleh materi mengenai kesehatan jiwa remaja. Para siswa diajak mengenali perubahan emosi yang umum terjadi pada masa pubertas, memahami cara mengelola stres serta membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman, keluarga maupun lingkungan sekolah.
Tenaga kesehatan juga memberikan motivasi agar para remaja tidak ragu mencari bantuan kepada orang tua, guru ataupun tenaga kesehatan apabila mengalami tekanan psikologis yang dapat mengganggu aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari.
Materi lain yang tidak kalah penting adalah edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Dalam sesi ini, siswa diberikan pemahaman mengenai perubahan fisik dan psikologis selama masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi serta membangun sikap yang bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan diri.
Menurut Sri Wahyu, pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi akan membantu remaja terhindar dari berbagai perilaku berisiko sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini.
"Kami berharap melalui Aksi Bergizi ini para siswa tidak hanya menerapkan pola hidup sehat untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mengajak teman sebaya dan keluarganya menerapkan perilaku hidup sehat," tambahnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aktif dan penuh antusias. Para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan seputar gizi, kesehatan mental dan kesehatan reproduksi. Melalui Aksi Bergizi, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap budaya hidup sehat dapat semakin tertanam di lingkungan sekolah sehingga lahir generasi muda yang lebih sehat, berprestasi dan mampu menjadi pelopor perilaku hidup sehat di tengah masyarakat. (put/zid)
.jpeg)