Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus meningkatkan kapasitas anggota Saka Bakti Husada (SBH) agar mampu berperan sebagai kader kesehatan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan rutin selama dua hari pada Rabu dan Kamis (1-2/7/2026) di Ruang Bougenville Dinkes Kabupaten Probolinggo dengan materi kegawatdaruratan, pertolongan pertama hingga pembinaan di bidang gizi.
Kegiatan ini dirancang untuk membekali anggota SBH dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Awam dan BHD di Sekolah yang disampaikan oleh Sub Koordinator Rujukan Dinkes Kabupaten Probolinggo, Moh. Maksum. Materi tersebut membahas langkah-langkah penanganan awal pada kondisi kegawatdaruratan, pentingnya menghubungi layanan Public Safety Center (PSC) 119, hingga teknik pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis.
Selain penyampaian teori, peserta juga mengikuti praktik langsung bersama Tim PSC Dinkes Kabupaten Probolinggo. Mereka dilatih melakukan resusitasi jantung paru (RJP), teknik pembidaian, penanganan luka serta pertolongan pada korban tersedak.
Sementara pada hari kedua, peserta mendapatkan pembekalan Krida Bina Gizi yang menitikberatkan pada peran anggota Pramuka sebagai kader kesehatan dalam mendukung terciptanya generasi sehat. Materi yang diberikan meliputi penerapan gizi seimbang, penguatan fungsi Posyandu, pencegahan stunting, anemia, kekurangan vitamin hingga pengelolaan dapur umum saat terjadi bencana.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan Saka Bakti Husada memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan kesehatan di tingkat masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi anggotanya harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Adik-adik Saka Bakti Husada bukan hanya anggota Pramuka, tetapi juga kader kesehatan yang diharapkan mampu menjadi pelopor perilaku hidup sehat di lingkungan masing-masing. Bekal pengetahuan dan keterampilan yang diberikan melalui kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan saat masyarakat membutuhkan pertolongan maupun dalam kegiatan edukasi kesehatan," ujarnya.
Menurut Sri Wahyu, kemampuan memberikan pertolongan pertama, memahami penanganan kegawatdaruratan serta memiliki pengetahuan tentang gizi seimbang merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ia berharap anggota SBH mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyebarluaskan edukasi kesehatan kepada teman sebaya, keluarga maupun masyarakat luas.
"Kami berharap anggota SBH semakin percaya diri, tanggap dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu mengedukasi teman sebaya, keluarga hingga masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, pencegahan stunting serta tindakan awal saat menghadapi kondisi darurat. Dengan demikian, keberadaan SBH benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (nab/zid)
