Bantaran, Lensaupdate.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat memberikan bantuan logistik kepada korban kebakaran tempat pengolahan ikan asap milik Abd Haqi di Dusun Kramat RT 26 RW 07 Desa Kramatagung Kecamatan Bantaran, Jum'at (17/7/2026).
Bantuan disalurkan sekitar pukul 15.00 WIB oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Sosial (Dinsos) melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pemerintah Kecamatan Bantaran dan Pemerintah Desa Kramatagung.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Jum'at (17/7/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Berdasarkan hasil asesmen petugas di lapangan, api diduga berasal dari tungku yang digunakan untuk proses pengasapan ikan sebelum akhirnya membakar bangunan tempat usaha milik Abd Haqi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan kejadian untuk melakukan asesmen sekaligus memastikan kebutuhan dasar korban dapat segera dipenuhi.
"Begitu menerima informasi, Tim Reaksi Cepat BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Penanganan cepat ini dilakukan agar masyarakat yang terdampak segera memperoleh bantuan logistik sesuai kebutuhan mendesak di lapangan," katanya.
Sebagai bentuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Probolinggo menyalurkan berbagai bantuan logistik yang terdiri atas satu boks paket kebersihan, satu boks hygiene kit, satu dus perlengkapan makan, satu lembar terpal, satu paket family kit, satu paket sembako dan satu lembar matras.
Menurut Oemar, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana. Sinergi antara BPBD, Dinsos melalui Tagana, Pemerintah Kecamatan Bantaran dan Pemerintah Desa Kramatagung memastikan proses asesmen hingga distribusi bantuan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
"Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian ini. Kolaborasi yang baik menjadi kunci agar masyarakat terdampak segera mendapatkan pelayanan dan bantuan yang dibutuhkan," ujarnya.
Oemar juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada aktivitas yang menggunakan tungku atau sumber api terbuka di area usaha maupun permukiman.
"Kami mengajak masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat menggunakan tungku atau peralatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Langkah pencegahan sederhana dapat meminimalkan risiko dan mencegah kerugian yang lebih besar," pungkasnya. (mel/fas)
