BKPSDM Kabupaten Probolinggo Siapkan Pejabat ASN Jadi Coach dan Mentor Profesional


Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus mendorong lahirnya pemimpin Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif, kolaboratif dan mampu mengembangkan potensi pegawai. Komitmen tersebut diwujudkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo melalui Pelatihan Coaching dan Mentoring bagi Pejabat Administrator yang digelar selama tiga hari, Senin hingga Rabu (6-8/7/2026) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.

Pelatihan tersebut diikuti 40 pejabat administrator yang berasal dari 29 perangkat daerah dan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) di lingkungan Pemkab Probolinggo. Selama 40 jam pelajaran, para peserta mendapatkan pembelajaran yang mengombinasikan teori, praktik, simulasi, pendampingan hingga sesi live coaching.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto. Turut hadir Direktur Pembelajaran Teknis dan Fungsional Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), kepala perangkat daerah serta para tenaga pengajar dari LAN.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membentuk pejabat administrator yang tidak hanya mampu menjalankan fungsi manajerial, tetapi juga berperan sebagai pembimbing dan pengembang kompetensi pegawai.

Menurutnya, paradigma kepemimpinan ASN saat ini harus bergeser dari sekadar mengendalikan pekerjaan menuju kepemimpinan yang mampu memberdayakan sumber daya manusia melalui pendekatan coaching dan mentoring.

"Melalui pelatihan ini kami ingin membangun kompetensi pejabat administrator agar mampu menjadi pemimpin, coach sekaligus mentor yang dapat mengembangkan potensi pegawai, memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan," katanya.

Hari menjelaskan peserta memperoleh materi mengenai konsep coaching dan mentoring, teknik komunikasi efektif, penggunaan berbagai instrumen coaching hingga praktik langsung yang diterapkan pada lingkungan kerja masing-masing.

Selain memperkuat kemampuan individu, pelatihan ini juga mendukung implementasi Corporate University Pemerintah Kabupaten Probolinggo, penguatan manajemen talenta ASN, pembangunan organisasi pembelajar (learning organization) serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Metode pembelajaran menggunakan pendekatan experiential learning. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi langsung mempraktikkan proses coaching dan mentoring dengan pendampingan dari para pengajar Lembaga Administrasi Negara sehingga kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata," jelasnya.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menegaskan tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, serta perubahan sosial dan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.

Karena itu, ASN dituntut memiliki kemampuan belajar secara berkelanjutan, cepat beradaptasi terhadap perubahan, mampu berkolaborasi lintas sektor dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"ASN harus terus belajar, mampu beradaptasi, berkolaborasi, berinovasi dan menghadirkan solusi yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Anang menambahkan arah pengelolaan ASN juga mengalami perubahan sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Pengembangan ASN kini lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dibanding sekadar administrasi kepegawaian.

Menurutnya, ukuran keberhasilan ASN tidak lagi ditentukan oleh banyaknya pelatihan atau sertifikat yang dimiliki, tetapi oleh dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik, kinerja organisasi serta kesejahteraan masyarakat.

"Keberhasilan ASN diukur dari kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat organisasi dan menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat," tegasnya.

Anang berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dengan membangun budaya coaching dan mentoring di unit kerja masing-masing. Melalui pola kepemimpinan tersebut, setiap pegawai didorong untuk terus berkembang, berani menyampaikan ide, menerima umpan balik secara konstruktif dan meningkatkan kapasitas diri.

"Coaching dan mentoring harus menjadi budaya kerja baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian akan lahir pemimpin-pemimpin ASN yang profesional, adaptif, kolaboratif dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berdampak bagi masyarakat," pungkasnya. (nab/zid)