Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Dorong Partisipasi 10 Ribu Responden IHaI 2026


Probolinggo, Lensaupdate.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan persiapan pelaksanaan penilaian Indeks Harmony Indonesia (IHaI) Tahun 2026 melalui rapat koordinasi di ruang pertemuan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Kamis (9/7/2026).

Rapat tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas 24 sekretaris kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Muslimat NU, Fatayat NU, Karang Taruna, mahasiswa, insan media, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam pengisian Survei Indeks Harmony Indonesia yang berlangsung hingga 17 Juli 2026.

Berdasarkan data sementara per 9 Juli 2026, jumlah responden dari Kabupaten Probolinggo telah mencapai sekitar 1.900 orang. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Probolinggo di posisi ke-16 dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menargetkan sedikitnya 10 ribu responden ikut berpartisipasi dalam survei tersebut. Karena itu, dukungan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci keberhasilan pencapaian target.

“Target kita minimal 10 ribu responden hingga 17 Juli 2026. Karena itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyukseskan survei ini. Semakin banyak responden yang berpartisipasi, semakin representatif pula gambaran kondisi sosial masyarakat Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Hari, Indeks Harmony Indonesia merupakan instrumen yang digunakan pemerintah untuk mengukur tingkat keharmonisan masyarakat dari berbagai aspek, mulai dari ketahanan ekonomi, kehidupan sosial, budaya, hingga keberagaman. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Kami berharap seluruh peserta rapat menjadi penggerak di wilayah masing-masing dengan mengajak masyarakat mengisi survei secara benar, objektif, dan bertanggung jawab. Data yang terkumpul akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” jelasnya.

Hari optimistis target 10 ribu responden dapat tercapai melalui kolaborasi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pemuda, mahasiswa, hingga media massa.

“Melalui sinergi seluruh pihak, kami berharap pelaksanaan Survei Indeks Harmony Indonesia Tahun 2026 dapat menghasilkan data yang akurat dan representatif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang mampu memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mel/fas)