Paiton, Lensaupdate.com - Inspektorat Kabupaten Probolinggo mulai menerapkan transformasi digital dalam pengawasan pemerintahan desa melalui peluncuran aplikasi SiDesa-SAE. Inovasi berbasis teknologi informasi tersebut diperkenalkan bersamaan dengan penyerahan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) serta bimbingan teknis kepada lima kecamatan di Wisma Dosen dan Laboratorium IT Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid (Unuja), Senin (6/7/2026).
Peluncuran aplikasi ini menjadi langkah awal modernisasi sistem pengawasan desa agar proses penyimpanan dokumen, pemantauan administrasi dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat dan akuntabel.
Kegiatan diikuti jajaran Inspektorat Kabupaten Probolinggo, civitas akademika Fakultas Teknik Unuja, Camat Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Besuk dan Gading beserta sekretaris kecamatan dan kepala seksi dari lima wilayah yang menjadi proyek percontohan implementasi aplikasi.
Inspektur Pembantu Bidang Perekonomian Inspektorat Kabupaten Probolinggo Taufiqi menjelaskan SiDesa-SAE merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Fakultas Teknik Unuja dalam menghadirkan sistem pengawasan desa berbasis digital.
Menurutnya, aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah pemerintah desa dalam mengelola dokumen secara elektronik sekaligus memudahkan kecamatan dan Inspektorat melakukan monitoring secara real time.
"Kami mengapresiasi Universitas Nurul Jadid yang telah mengembangkan SiDesa-SAE sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi pemerintahan desa. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan administrasi desa," ujarnya.
Taufiqi mengatakan implementasi tahap awal dilakukan di lima kecamatan sebagai bahan evaluasi sebelum diperluas ke seluruh 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
Selain peluncuran aplikasi, peserta juga memperoleh pelatihan teknis mengenai penggunaan SiDesa-SAE, mulai dari pembuatan akun, pengelolaan data hingga proses unggah dokumen yang akan menjadi bagian dari sistem pengawasan digital.
Dekan Fakultas Teknik Unuja Zainal Arifin menyampaikan aplikasi tersebut lahir dari program pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.
"Aplikasi SiDesa-SAE merupakan hasil inovasi civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid. Seluruh proses pengembangannya dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sehingga pemerintah daerah dapat memanfaatkannya tanpa harus mengeluarkan biaya pengembangan," jelasnya.
Mahasiswa PKL Fakultas Teknik Unuja juga diterjunkan untuk mendampingi implementasi aplikasi di lima kecamatan. Mereka akan memberikan asistensi teknis kepada aparatur kecamatan dan pemerintah desa agar proses adaptasi terhadap sistem digital berjalan lebih optimal.
Melalui SiDesa-SAE, Inspektorat Kabupaten Probolinggo menargetkan terciptanya sistem pengawasan pemerintahan desa yang lebih modern, terintegrasi dan berbasis teknologi. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, memperkuat transparansi administrasi serta mendukung percepatan reformasi birokrasi di Kabupaten Probolinggo. (ren/zid)
.jpeg)