Probolinggo, Lensaupdate.com - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Probolinggo terus memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi dan komunikasi yang terintegrasi hingga tingkat desa dan kelompok dasawisma. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Pleno TP PKK Kabupaten Probolinggo yang digelar di Kantor PKK Kabupaten Probolinggo, Senin (8/6/2026).
Rapat pleno yang diikuti pengurus TP PKK Kabupaten Probolinggo dan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus koordinasi pelaksanaan program kerja organisasi ke depan.
Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM. menyampaikan apresiasi kepada seluruh Ketua TP PKK Kecamatan yang selama ini aktif mendukung berbagai program dan kegiatan PKK di wilayah masing-masing.
Menurutnya, sinergi yang terjalin antara PKK kabupaten, kecamatan hingga desa menjadi modal penting dalam mewujudkan program pemberdayaan keluarga yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dukungan dan peran aktif seluruh Ketua TP PKK Kecamatan sangat berarti dalam memperkuat sinergi organisasi di semua tingkatan. Dengan kebersamaan, program-program PKK akan lebih mudah dijalankan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam rapat tersebut, TP PKK Kabupaten Probolinggo juga membahas sejumlah agenda dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54. Di antaranya Lomba Peri Cantik, Lomba Vlog Penyuluhan Kader serta Lomba TP PKK Desa Pelaksana 10 Program Pokok PKK Terbaik se-Kabupaten Probolinggo.
Ning Marisa menegaskan berbagai lomba tersebut bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi menjadi sarana evaluasi terhadap implementasi program PKK di lapangan.
“Lomba merupakan sarana evaluasi dan tolok ukur sejauh mana program PKK telah dijalankan. Dari kegiatan ini kita dapat melihat berbagai inovasi dan praktik baik yang bisa dikembangkan di wilayah lain,” jelasnya.
Selain itu, Ning Marisa meminta seluruh Ketua TP PKK Kecamatan untuk memastikan setiap informasi dan kebijakan organisasi dapat diteruskan secara berjenjang kepada TP PKK Desa dan kelompok dasawisma.
Menurutnya, komunikasi yang efektif menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program di tingkat akar rumput.
“Komunikasi yang baik dan berjenjang akan memastikan setiap program dan kebijakan dapat dipahami serta dilaksanakan secara optimal hingga tingkat desa dan dasawisma,” tegasnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Ning Marisa mengajak seluruh kader PKK untuk tetap produktif dan kreatif dalam menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi pemicu munculnya inovasi dan penguatan kolaborasi di setiap wilayah.
“Situasi saat ini menuntut kita lebih kreatif dan inovatif. Bangun kolaborasi yang kuat dengan TP PKK Desa dan seluruh pemangku kepentingan agar program-program PKK tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Melalui penguatan koordinasi, semangat gotong royong serta pemanfaatan potensi lokal, TP PKK Kabupaten Probolinggo optimistis berbagai program pemberdayaan keluarga akan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan kebersamaan, inovasi dan kolaborasi, saya yakin program-program PKK akan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi besar bagi pembangunan keluarga serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mel/fas)
