Sidak SPBU Pajurangan, Pemkab Probolinggo Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman


Gending, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi di SPBU 54.672.12 Pajurangan Kecamatan Gending berada dalam kondisi aman. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) menyusul munculnya antrean panjang kendaraan, terutama truk angkutan barang, di kawasan Jalan Pantura Exit Tol Gending, Jum'at (26/6/2026).

Sidak dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan perwakilan Pertamina. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat mengenai antrean kendaraan yang sempat mengular hingga memakan sebagian badan jalan nasional.

Dalam sidak tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapasitas tangki penyimpanan BBM, sistem distribusi, serta pola pelayanan di SPBU Pajurangan. Hasil pengecekan menunjukkan seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tersedia dalam jumlah yang mencukupi sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi mengatakan hasil pemantauan bersama Pertamina menunjukkan stok BBM di SPBU Pajurangan masih sangat aman.

"Hari ini kami bersama Pertamina melakukan sidak di SPBU Pajurangan dan beberapa SPBU di wilayah Kabupaten Probolinggo. Hasilnya, stok BBM dalam kondisi sangat aman, bukan hanya Biosolar, tetapi juga Pertalite, Pertamax hingga BBM non-subsidi. Karena itu kami menghimbau masyarakat tidak perlu panik membeli BBM. Jika masyarakat tetap tenang dan tertib, maka antrean panjang maupun kemacetan di jalan dapat dihindari," katanya.

Menurut Sjaiful, saat sidak berlangsung persediaan Biosolar di SPBU Pajurangan mencapai sekitar 31 ribu liter. Jumlah tersebut dinilai masih sangat mencukupi, bahkan pada hari yang sama dijadwalkan kembali menerima tambahan pasokan dari Pertamina.

Ia menegaskan antrean kendaraan yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM, melainkan tingginya volume kendaraan yang melakukan pengisian, termasuk truk-truk dari luar daerah yang memilih mengisi bahan bakar di SPBU Pajurangan.

"Antrean panjang kendaraan bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM, melainkan tingginya jumlah kendaraan, termasuk truk dari luar daerah yang melakukan pengisian di SPBU tersebut," jelasnya.

Untuk mengurangi dampak antrean terhadap arus lalu lintas di Jalan Pantura, Pemkab Probolinggo meminta pengelola SPBU memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk aparat kepolisian dan dinas perhubungan.

Menurut Sjaiful, pengaturan antrean kendaraan perlu dilakukan lebih baik agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk. Selain itu, pihak SPBU juga diminta memasang papan informasi atau banner yang berisi imbauan mengenai mekanisme antrean agar pengguna kendaraan memahami tata cara pengisian secara tertib.

"Kami meminta pihak SPBU bersinergi dengan instansi terkait untuk mengatur dan menertibkan antrean kendaraan di jalan nasional, khususnya pada jam-jam padat. Selain itu perlu dipasang banner berisi himbauan agar masyarakat memahami mekanisme antrean sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih tertib," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sjaiful juga mengapresiasi langkah Pertamina dan pengelola SPBU yang terus menjaga kelancaran distribusi BBM meskipun terjadi peningkatan permintaan dari masyarakat maupun kendaraan angkutan barang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan seluruh pengelola SPBU yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia bagi masyarakat. Sinergi ini sangat penting agar distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," tambahnya.

Melalui sidak tersebut, Pemkab Probolinggo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Dengan pasokan yang aman, distribusi yang lancar serta pengaturan antrean yang lebih baik, diharapkan kemacetan di sekitar SPBU Pajurangan dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat dan pengguna Jalan Pantura tetap berjalan aman, tertib dan lancar. (nab/zid)