Banyuanyar, Lensaupdate.com - Tim Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuanyar Tengah dan SPPG Liprak Wetan Kecamatan Banyuanyar, Jum'at (12/6/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan bergizi berjalan sesuai standar kualitas, higienitas dan keamanan pangan.
Monitoring dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi bersama tim teknis. Sebelum melakukan peninjauan dapur, rombongan terlebih dahulu mendatangi SDN Banyuanyar Tengah guna melihat secara langsung kualitas makanan yang diterima para siswa sebagai penerima manfaat program MBG.
Selanjutnya, tim melakukan inspeksi ke dapur SPPG Banyuanyar Tengah dan SPPG Liprak Wetan serta berdialog dengan kelompok B3 yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD yang juga menjadi sasaran program tersebut.
Dari hasil evaluasi, tim menemukan beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama terkait keberadaan dan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus memastikan limbah dapur hasil proses memasak dan pencucian diolah sesuai standar sebelum dibuang.
Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menegaskan kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai bentuk pembinaan agar seluruh dapur SPPG mampu memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.
“Satgas MBG saat melakukan monev ini bukan untuk melakukan tindakan mengintervensi. Kami hadir di sini untuk memberikan masukan dan mendorong setiap dapur SPPG menjadi dapur yang berkualitas sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Menurut Sjaiful, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh kualitas menu yang disajikan, tetapi juga didukung oleh sistem pengelolaan dapur yang baik, termasuk pengelolaan limbah yang memenuhi ketentuan teknis dan lingkungan.
“Apa yang kami lakukan ini adalah sebuah upaya pembinaan sekaligus memastikan sistem IPAL dapat berjalan sesuai standar ketentuan. Tujuannya agar proses pengolahan makanan berlangsung dengan baik dan hasil makanan yang didistribusikan tidak menimbulkan permasalahan kesehatan bagi para penerima manfaat,” jelasnya.
Selain aspek teknis, Sjaiful juga menyoroti pentingnya pelayanan yang diberikan pengelola SPPG kepada para penerima manfaat. Menurutnya, komunikasi yang baik dan keterbukaan terhadap masukan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program MBG.
“Terkait makanan yang didistribusikan, pihak SPPG harus memberikan pelayanan yang baik kepada penerima manfaat. Pelayanan yang baik merupakan kunci agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Karena itu, pengelola harus terus membangun komunikasi yang baik dan terbuka terhadap berbagai masukan dari penerima manfaat,” tegasnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Satgas MBG Kabupaten Probolinggo berharap seluruh SPPG dapat terus meningkatkan kualitas layanan, menjaga higienitas dapur serta memenuhi standar pengelolaan lingkungan. Dengan demikian, program MBG dapat memberikan manfaat optimal dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik dan kelompok rentan di Kabupaten Probolinggo. (ren/zid)
.jpeg)