RSUD Waluyo Jati Asah Kompetensi Bidan Puskesmas, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi


Kraksaan, Lensaupdate.com - RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di tingkat pelayanan primer. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar On The Job Training (OJT) bagi Tim Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) puskesmas se-Kabupaten Probolinggo selama dua hari, Kamis hingga Jum'at (25-26/6/2026), di ruang pertemuan dr. R.I. Wirjono RSUD Waluyo Jati.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan klinis tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam memberikan pelayanan persalinan yang aman, cepat dan sesuai standar medis. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan maternal dan neonatal di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan diikuti oleh dua orang bidan dari masing-masing puskesmas yang tergabung dalam Tim Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Seluruh peserta mendapatkan pembelajaran yang memadukan teori dan praktik agar keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dari tenaga medis yang berpengalaman di bidang obstetri dan pelayanan kesehatan ibu. dr. Fadhil Rasyid memberikan materi mengenai penanganan persalinan yang dilanjutkan dengan praktik keterampilan klinis, sedangkan dr. Alam Syukur Hidayat membahas berbagai kasus persalinan yang kerap ditemui di lapangan beserta langkah penanganannya sesuai standar pelayanan kesehatan.

Melalui metode pembelajaran langsung atau On The Job Training, peserta tidak hanya memahami konsep penanganan persalinan, tetapi juga berlatih menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan maternal sehingga lebih siap mengambil keputusan klinis ketika bertugas di puskesmas.

Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo dr. Yessi Rahmawati mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan merupakan investasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang semakin berkualitas.

"Melalui On The Job Training ini kami ingin memastikan seluruh tim pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas memiliki kompetensi yang terus diperbarui sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan standar pelayanan kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan penguatan teori, tetapi juga praktik langsung sehingga peserta semakin siap dalam menangani berbagai kondisi persalinan secara cepat, tepat dan sesuai prosedur," katanya.

Menurut Yessi, pelayanan kesehatan ibu dan bayi memerlukan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi tinggi karena setiap proses persalinan memiliki tingkat risiko yang berbeda. "Pembaruan pengetahuan dan keterampilan harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan yang diberikan selalu mengikuti perkembangan ilmu kedokteran dan kebidanan," lanjutnya.

Ia menambahkan keberhasilan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak dapat dilakukan oleh rumah sakit maupun puskesmas secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit rujukan agar sistem pelayanan berjalan secara terpadu.

"Sinergi antara rumah sakit rujukan dan puskesmas menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi, sekaligus mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo," jelasnya.

Yessi berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan di wilayah kerja masing-masing. Dengan demikian, pelayanan kesehatan ibu dan anak di seluruh puskesmas dapat semakin profesional, aman dan berorientasi pada keselamatan pasien.

"Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di masing-masing puskesmas sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin berkualitas, aman dan profesional. Dengan penguatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan, diharapkan masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih optimal serta mampu mendukung terwujudnya derajat kesehatan ibu dan anak yang lebih baik," pungkasnya. (nab/zid)