Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif melalui Pelatihan Dasar Pembuatan Produk Kreatif bagi Masyarakat Kelompok Disabilitas Kelurahan Pilang (KDK) yang digelar di Aula Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan, Jum’at (12/6/2026).
Kegiatan yang digagas Kelurahan Pilang tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Camat Kademangan Abdi Firdausi. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kreativitas penyandang disabilitas agar mampu menghasilkan produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian mereka.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta berkontribusi dalam pembangunan daerah. Karena itu, pelatihan tidak hanya difokuskan pada keterampilan produksi, tetapi juga kemampuan berwirausaha.
“Saya sangat mendukung pemberian pelatihan batik ini. Dari kegiatan ini tidak hanya fokus pada pelatihan pembuatan produk, tetapi juga pelatihan bagaimana mereka menentukan harga penjualan serta teknik pemasaran produknya. Hal itu juga harus diajarkan agar peserta mampu mengembangkan usaha secara mandiri,” ujarnya.
Menurut Aminuddin, Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata dan berkeadilan. Keterbatasan yang dimiliki penyandang disabilitas tidak boleh menjadi hambatan untuk berkembang, melainkan tantangan yang harus dijawab melalui berbagai program pemberdayaan.
“Pemerintah hadir untuk membuka ruang yang lebih luas bagi kelompok disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup. Pelatihan seperti ini merupakan langkah nyata untuk mendukung kemandirian mereka,” tegasnya.
Sementara Lurah Pilang Iwan Cahyono menjelaskan pelatihan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan membatik pada media kaos sebagai ide usaha kreatif yang sederhana, namun memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar yang cukup besar.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memahami bagaimana mengelola dan menjual produknya. Semangat peserta hari ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkarya,” katanya.
Menurut Iwan, peserta pelatihan berjumlah 40 orang yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Kelompok Disabilitas Kelurahan Pilang, Karang Taruna, kader Posyandu, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), TP PKK hingga perwakilan RT dan RW.
Dalam pelaksanaannya, Kelurahan Pilang menggandeng narasumber dari Pembatik Founder Day Art Friday Malvis yang memberikan pelatihan praktik membatik pada kaos sebagai produk kreatif yang memiliki daya jual dan diminati masyarakat.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pengurangan kesenjangan, peningkatan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta pemberdayaan kelompok rentan agar mampu hidup mandiri dan sejahtera.
Iwan menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas agar semakin aktif berpartisipasi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang memiliki keterampilan produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui usaha kreatif yang berkelanjutan,” pungkasnya. (mel/fas)
