Sukapura, Lensaupdate.com - Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah melalui kegiatan Layanan Pembayaran Pajak Keliling Masyarakat Probolinggo (LAPAK MASPRO) dan Rapat Rekonsiliasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di Wisma Utjik Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan BPPKAD Kabupaten Probolinggo, Bapenda Jawa Timur UPT PPD Probolinggo, BPPKAD Kota Probolinggo, Bank Jatim Cabang Kraksaan dan PT Jasa Raharja Cabang Probolinggo tersebut berhasil menghimpun penerimaan PKB sebesar Rp45.284.500 dari 35 wajib pajak yang memanfaatkan layanan LAPAK MASPRO.
Kepala Bidang Pendapatan BPPKAD Kabupaten Probolinggo Moh. Idris mengatakan LAPAK MASPRO menjadi salah satu strategi jemput bola yang dilakukan pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak.
“Melalui LAPAK MASPRO, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan pajak yang lebih mudah, cepat dan dekat. Alhamdulillah, kegiatan di Kecamatan Sukapura berhasil menghimpun penerimaan PKB sebesar Rp45,28 juta dari 35 wajib pajak. Ini menunjukkan bahwa pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat mampu meningkatkan kepatuhan dan partisipasi wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya,” katanya.
Menurut Idris, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan pembayaran pajak, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan penyusunan langkah strategis untuk meningkatkan penerimaan daerah melalui forum rekonsiliasi Opsen PKB, BBNKB dan MBLB.
“Melalui rekonsiliasi ini, kami dapat memetakan berbagai tantangan sekaligus menyusun langkah-langkah strategis yang diperlukan. Sinergi antar instansi menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah, baik melalui peningkatan pelayanan, penguatan koordinasi maupun pelaksanaan operasi gabungan secara lebih efektif,” terangnya.
Idris menjelaskan hasil evaluasi menunjukkan penerimaan Opsen PKB pada bulan Mei 2026 mengalami penurunan sekitar 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Karena itu, berbagai upaya akan terus dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan capaian penerimaan daerah.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, meningkatkan intensitas pelayanan LAPAK MASPRO di wilayah dengan tunggakan tinggi serta mendorong kepatuhan pembayaran pajak kendaraan, termasuk di lingkungan OPD. Dengan komitmen bersama, kami optimistis target pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya. (put/zid)
