BPS Kabupaten Probolinggo Gandeng Dunia Usaha, Perkuat Akurasi Data Sensus Ekonomi 2026


Kraksaan, Lensaupdate.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo menggandeng Forum Corporate Social Responsibility (CSR) dan dunia usaha untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui kegiatan pendampingan dan percepatan pengisian kuesioner yang dikemas dalam program Ngibar (Ngisi Bareng), Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo tersebut merupakan hasil kolaborasi BPS Kabupaten Probolinggo dan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti, Sekretaris Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Dian Festy Anggraine, perusahaan anggota Forum CSR serta jajaran Bapelitbangda.

Program Ngibar bertujuan mempercepat pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BPS dan pelaku usaha dalam menghadirkan data statistik ekonomi yang akurat, lengkap dan berkualitas.

Selain bersama Forum CSR, kegiatan serupa juga dilaksanakan BPS Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo, BPJS Ketenagakerjaan dan sejumlah perusahaan di Alino Café & Eatery Kraksaan pada hari yang sama.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti menegaskan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif dunia usaha dalam memberikan data yang lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya.

"Data yang dikumpulkan bukan hanya penting bagi pemerintah, tetapi juga bermanfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat luas. Tanpa data yang jujur, visi Indonesia Emas tahun 2045 hanyalah slogan," katanya.

Menurut Lilik, SE2026 merupakan instrumen strategis untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh dan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di masa depan.

"SE2026 adalah sarana yang memberikan gambaran yang paling jelas bagi pemerintah tentang kondisi kita sendiri. Sensus ini akan menjadi potret utuh perekonomian Indonesia menuju tahun 2045," jelasnya.

Lilik menerangkan berbagai program pembangunan, mulai dari hilirisasi industri, pengembangan UMKM hingga kebijakan inovasi daerah membutuhkan data yang valid dan terpercaya sebagai landasan pengambilan keputusan.

"Hilirisasi industri butuh peta, pengembangan UMKM butuh peta, kebijakan inovasi butuh peta. Dan Sensus Ekonomi 2026 itulah petanya," tegasnya.

Melalui program Ngibar, BPS berharap perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR maupun pelaku usaha lainnya dapat berpartisipasi aktif dengan memberikan data secara lengkap, akurat dan jujur sehingga hasil sensus mampu menggambarkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

"Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan sukses dan menghasilkan data berkualitas yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (nab/zid)