Sukapura, Lensaupdate.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan berbasis Unit Kompetensi Kejuruan Barista bagi generasi muda Kabupaten Probolinggo di ruang pertemuan Aworjiwa Hotel Nadia Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura, Senin (18/5/2026).
Pelatihan tersebut diikuti oleh 32 peserta usia produktif antara 18 hingga 34 tahun dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo. Para peserta dibagi menjadi dua kelas dan mendapatkan materi langsung dari narasumber Ardiansah Bama Saputra dari Cafe Aworjiwa.
Program pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM. Turut hadir Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Nurhadi Wijayanto.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan serta perlengkapan pelatihan. Kartu perlindungan BPJS diserahkan secara simbolis kepada empat peserta.
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan pelatihan kompetensi barista tersebut merupakan program yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan peluang kerja generasi muda.
“Pelatihan ini menjadi peluang yang sangat baik bagi anak-anak muda untuk meningkatkan kompetensi dan membuka peluang usaha maupun pekerjaan di bidang barista,” katanya.
Menurut Saniwar, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan selama 20 hari efektif dengan materi teori dan praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Sesuai ketentuan, peserta wajib mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir selama 20 hari aktif agar kompetensi yang diberikan benar-benar bisa dikuasai,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan menjalani program magang di sejumlah hotel kawasan Sukapura hingga Gunung Bromo sebagai bentuk implementasi keterampilan yang telah diperoleh.
“Setelah pelatihan, peserta nantinya dimagangkan di hotel-hotel kawasan Sukapura dan Gunung Bromo. Selama ini banyak alumni pelatihan yang sudah diterima bekerja di sektor perhotelan,” terangnya.
Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris berharap para peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan tersebut dengan sungguh-sungguh karena profesi barista membutuhkan keterampilan, kreativitas dan kejujuran.
“Waktu 20 hari ini sangat singkat, jadi manfaatkan sebaik mungkin untuk menyerap ilmu dari narasumber. Jangan ragu bertanya karena profesi barista adalah seni dan keahlian yang harus didalami,” tuturnya.
Ning Marisa juga berpesan agar para peserta mampu menjadi barista profesional yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga sikap kerja yang baik.
“Jadilah barista yang baik, jujur dan kooperatif. Semoga pelatihan ini menjadi peluang yang bermanfaat untuk meningkatkan masa depan generasi muda Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (put/zid)
