Diperta Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih Hewan Kurban


Kraksaan, Lensaupdate.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur II menggelar pelatihan juru sembelih hewan kurban di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (22/5/2026).

Pelatihan tersebut diikuti takmir masjid dan panitia kurban dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang terlibat langsung dalam proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya drh. M. Aris Wahyudi dari PDHI Cabang Jatim II, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto, anggota Komisi Fatwa MUI Kabupaten Probolinggo Imam Syafi’i serta Korwil Probolinggo PDHI Cabang Jatim II drh. Ar-Rafi.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang sehat, higienis dan sesuai syariat Islam.

“Peserta yang hadir merupakan pihak-pihak yang selama ini bersinggungan langsung dengan pelaksanaan kurban di masyarakat. Harapannya mereka dapat memahami proses penyembelihan hingga penanganan daging yang aman, sehat, utuh dan halal,” katanya.

Menurut Niko, edukasi mengenai kesehatan hewan dan keamanan pangan menjadi hal penting untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat layak konsumsi dan terjamin kualitasnya.

“Kami ingin masyarakat menerima daging kurban yang benar-benar aman dikonsumsi serta memenuhi standar kesehatan dan kehalalan,” jelasnya.

Selain materi penyembelihan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penanganan jeroan dan pengenalan kelainan organ pada hewan kurban agar mampu mendeteksi kondisi yang tidak layak konsumsi sejak awal proses pemotongan.

Diperta Kabupaten Probolinggo juga berencana membentuk grup komunikasi bagi peserta pelatihan sebagai media konsultasi dan koordinasi selama pelaksanaan kurban berlangsung.

“Melalui grup ini nantinya peserta bisa saling berkoordinasi dan berkonsultasi apabila menemukan kendala maupun kelainan pada daging dan organ hewan kurban,” terangnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan harapan adanya bantuan peralatan penunjang penyembelihan seperti talenan dan perlengkapan sanitasi untuk menunjang proses pengolahan daging yang lebih higienis.

Sementara narasumber dari PDHI Cabang Jatim II drh. M. Aris Wahyudi menekankan pentingnya penerapan higiene dan sanitasi selama proses penyembelihan dan pengolahan daging kurban.

“Penanganan daging harus higienis. Tidak boleh memakai sandal ataupun merokok di area pengolahan daging. Selain itu, daging dan jeroan juga harus dipisahkan agar kebersihannya tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta dari Kecamatan Banyuanyar menanyakan hukum memasak seluruh daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat karena keterbatasan waktu dan jumlah hewan kurban yang cukup banyak.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi Fatwa MUI Kabupaten Probolinggo Imam Syafi’i menjelaskan bahwa daging kurban tetap dianjurkan dibagikan dalam bentuk mentah.

“Kalau seluruhnya dimasak itu lebih menyerupai aqiqah. Dalam kurban boleh sebagian dimasak, tetapi sebagian tetap dibagikan mentah. Namun agar lebih mudah, sebaiknya memang dibagikan dalam kondisi mentah,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Diperta Kabupaten Probolinggo berharap pelaksanaan kurban di masyarakat semakin tertib, higienis dan sesuai syariat sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat penerima daging kurban. (nab/zid)