Probolinggo, Lensaupdate.com - Masih dalam suasana Syawal 1447 Hijriah, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menghadiri rapat koordinasi dan halal bihalal bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo, Jum'at (10/4/2026) di Hotel Bromo View Probolinggo.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Penasehat serta pengurus FKUB Kota Probolinggo. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, Kasdim 0820 Mayor Caj Aminudin Abadi serta Kepala Kejaksaan Negeri Lilik Setiyawan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan FKUB memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat. Bahkan, FKUB Kota Probolinggo telah menjadi contoh di tingkat provinsi maupun nasional.
“FKUB Kota Probolinggo menjadi suri teladan bagi daerah lain dan merupakan aset yang sangat berharga. Bahkan saat ini tengah disiapkan Raperda FKUB yang disebut sebagai satu-satunya di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan FKUB harus terus dimaknai sebagai upaya memperkuat kerukunan umat beragama agar pembangunan daerah dapat berjalan lancar. Kondisi sosial yang harmonis dinilai menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.
“Dengan komunikasi yang baik antar umat beragama, akan tercipta suasana kondusif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Wali Kota Amin juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi FKUB dalam menjaga persatuan dan mempererat kebersamaan di Kota Probolinggo.
“Terima kasih atas sumbangsih positif dalam merawat kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta mewujudkan kota yang harmonis, aman, dan sejahtera,” katanya.
Sementara Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri menjelaskan pihaknya terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan. FKUB tidak hanya berperan sebagai fasilitator dan mediator, tetapi juga aktif melakukan edukasi dan pendekatan berkelanjutan kepada masyarakat.
“Kerukunan tidak cukup dibangun melalui forum formal saja, tetapi harus ditanamkan melalui edukasi yang sistematis dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Hudri, FKUB juga berupaya memperluas jangkauan perannya dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan perempuan.
Di tahun 2026, FKUB Kota Probolinggo merancang sejumlah program unggulan, di antaranya Eco Harmony, FKUB Goes to School serta program Rumah Ibadah Ramah Anak. Program-program tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai toleransi sejak dini.
“Meskipun ada efisiensi anggaran, kami tetap berkomitmen menjaga kualitas dan kuantitas program agar tetap optimal seperti tahun sebelumnya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, FKUB dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menjaga kerukunan umat beragama serta mendukung pembangunan Kota Probolinggo yang inklusif dan berkelanjutan. (mel/fas)
