Pemkab Probolinggo Gagas Penulisan Sejarah Terpadu, Libatkan Tokoh dan Akademisi


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai menggagas penyusunan naskah sejarah daerah yang komprehensif dan terpadu. Langkah awal ini dilakukan melalui diskusi bersama Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Kabupaten Probolinggo sebagai bagian dari upaya merumuskan sejarah Probolinggo secara lebih utuh dan dapat dipertanggungjawabkan, Sabtu (4/4/2026) malam.

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo ini menjadi tindak lanjut arahan Bupati Probolinggo agar disusun satu naskah sejarah yang holistik di tengah beragam versi yang berkembang di masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Akhmad Arief Hermawan mengatakan penyusunan sejarah tersebut tidak hanya membahas asal-usul daerah, tetapi juga menghubungkan berbagai situs bersejarah yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Sejarah ini tidak hanya berkisah tentang asal-usul Probolinggo, tetapi juga tentang keterkaitan antar situs bersejarah yang ada, sehingga menjadi satu narasi yang utuh,” ujarnya.

Sejumlah situs penting seperti Candi Jabung, Candi Kedaton, Air Terjun Madakaripura hingga Dewi Rengganis akan menjadi bagian dari kajian dalam penyusunan naskah sejarah tersebut.

Menurut Arief, keterlibatan Forum Umat Islam Bersatu didasarkan pada adanya sejumlah catatan dan manuskrip sejarah yang masih tersimpan di kalangan tokoh masyarakat. Dokumen tersebut nantinya akan diteliti dan dikembangkan menjadi bahan utama penyusunan sejarah daerah.

“Dari naskah-naskah yang ada, akan kita kaji dan kita konektifkan sehingga menjadi satu kesatuan sejarah Probolinggo yang lebih komprehensif,” jelasnya.

Lebih lanjut Arief menegaskan hasil akhir dari proses ini diharapkan dapat menjadi dokumen resmi sejarah Kabupaten Probolinggo yang dapat dijadikan rujukan bersama, baik untuk kepentingan pendidikan, penelitian maupun penguatan identitas daerah.

Selain itu, Pemkab Probolinggo juga berencana menyusun sejarah khusus masyarakat Tengger melalui tim terpisah dengan melibatkan tokoh adat serta akademisi agar hasilnya lebih mendalam dan representatif.

“Untuk sejarah Tengger akan ditangani tim berbeda dengan melibatkan para romo dukun Tengger serta peneliti dari perguruan tinggi,” pungkasnya. (nab/zid)