Tegalsiwalan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) distribusi makanan di SDN Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan, Senin (6/4/2026). Langkah ini diambil sebagai respons atas laporan distribusi yang dinilai belum optimal dan berpotensi menimbulkan risiko bagi siswa.
Kegiatan monev dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, unsur kecamatan serta pihak sekolah.
Dalam evaluasi tersebut terungkap sebelumnya distribusi makanan hanya dilakukan di satu titik di gedung timur sekolah. Akibatnya, siswa dari gedung barat harus menyeberang jalan untuk mengambil ompreng, meskipun didampingi guru. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan siswa.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menegaskan distribusi dalam program MBG harus sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyedia, bukan peserta didik.
“Mulai hari ini, pengantaran harus dilakukan langsung ke masing-masing gedung. Siswa tidak boleh lagi dibebani mengambil makanan ke lokasi lain karena menyangkut aspek keselamatan,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk merespons cepat setiap keluhan dari sekolah maupun penerima manfaat agar kualitas layanan terus meningkat.
Selain itu, Sjaiful menekankan makanan program MBG wajib dikonsumsi di lingkungan sekolah guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.
“Makanan harus dikonsumsi di sekolah, tidak boleh dibawa pulang untuk menghindari risiko penurunan kualitas,” jelasnya.
Koordinasi lintas sektor juga ditekankan sebagai kunci keberhasilan program, termasuk peran Satgas MBG di tingkat kecamatan yang melibatkan unsur kecamatan, kepolisian, koramil dan puskesmas.
Dari hasil monev, pihak SPPG menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan sistem distribusi dengan mengirimkan makanan ke dua titik gedung sekolah. Pihak sekolah juga diminta menyiapkan tempat yang bersih dan aman, seperti meja, untuk penempatan ompreng.
Perbaikan tersebut mulai terlihat saat monev berlangsung, di mana distribusi sudah dilakukan di dua lokasi dan makanan tidak lagi diletakkan di lantai.
Dengan pembenahan ini, Pemkab Probolinggo berharap program MBG dapat berjalan lebih aman, tertib dan tepat sasaran, sekaligus mendukung pemenuhan gizi serta tumbuh kembang siswa secara optimal. (mel/fas)
