Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menggelar pemaparan desain renovasi eksterior Masjid Agung Raudlatul Jannah di ruang Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Kepala Perangkat Daerah terkait, pengurus Badan Pengelola Masjid Agung Raudlatul Jannah (BPM ARJ) serta tim teknis perencana.
Dalam arahannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan keinginannya menjadikan Masjid Agung Raudlatul Jannah sebagai ikon kota melalui konsep “Masjid Emas” yang megah dan membanggakan. “Saya ingin masjid agung ini menjadi ikon dan menimbulkan kebanggaan untuk warga Kota Probolinggo,” ujarnya.
Selain penguatan estetika dengan dominasi warna emas, Wali Kota Aminuddin juga mengusulkan integrasi kawasan masjid dengan alun-alun menjadi plaza semi-terbuka yang representatif. Ruang kosong di antara dua menara bahkan diusulkan dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas mini klinik bagi jemaah.
Penataan parkir turut diarahkan agar terintegrasi dengan kawasan sekitar, termasuk akses menuju Stasiun Probolinggo dan alun-alun, guna mendukung pengembangan konsep wisata religi terpadu.
Bagi Wali Kota Aminuddin, pembangunan masjid dan alun-alun bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya mengukir sejarah serta memperkuat identitas daerah. Ia berharap renovasi ini menjadi simbol kebersamaan dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.
Sementara Ketua BPM ARJ Kota Probolinggo Abdul Azis RM menyampaikan rasa syukur atas tersusunnya desain eksterior yang telah melalui proses diskusi dan penyerapan aspirasi dari seluruh pengurus.
“Alhamdulillah desain ini sudah melalui berbagai masukan dari pengurus. Mulai dari usulan tanpa pagar, penyesuaian pagar, hingga pembesaran tulisan Raudlatul Jannah. Semua kami tampung agar hasilnya menjadi yang terbaik,” jelasnya.
Pj Sekda Rey Suwigtyo menekankan pentingnya kejelasan konsep agar rencana renovasi dapat disesuaikan dengan kemampuan APBD, baik dilaksanakan dalam satu tahun anggaran maupun bertahap selama dua tahun. Ia menyebut momentum penyusunan APBD 2027 dapat menjadi peluang untuk mengakomodasi program tersebut, termasuk kemungkinan penganggaran pada perubahan apabila memungkinkan.
Ketua Tim Teknis Robby Bustami menjelaskan desain eksterior mengusung tema yang selaras dengan konsep interior sebelumnya sehingga tercipta kesinambungan antara bagian dalam dan luar masjid. Referensi arsitektur terinspirasi dari Masjid Agung Sultan Qaboos, khususnya pada aspek bentuk dan warna.
Di kesempatan yang sama, Kepala DPUPR Kota Probolinggo Setiorini Sayekti menyebut estimasi RAB eksterior mencapai Rp 2,8 miliar dengan potensi eskalasi 10–20 persen saat penyusunan perencanaan detail sesuai HSPK tahun anggaran berjalan. Ia juga mengingatkan pentingnya kajian struktur menyeluruh mengingat usia bangunan yang cukup lama.
“Jangan sampai tampilan luar sudah bagus, interior sudah baik, tetapi struktur di dalamnya bermasalah. Perlu penguatan struktur, pengecekan kelistrikan serta evaluasi kondisi atap sebelum dilakukan covering,” tegasnya.
Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk melakukan pembahasan teknis lanjutan secara lebih detail, melibatkan DPUPR dan tim konsultan guna memastikan aspek perencanaan, struktur dan pembiayaan tersusun matang sebelum memasuki tahap penganggaran. (mel/fas)
