Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempersiapkan Kelurahan Tangguh melalui rapat koordinasi Program Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB), Selasa (17/3/2026).
Rakor yang digelar di Puri Manggala Bhakti tersebut dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekda Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK dr. Evariani serta kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Probolinggo.
Dalam pemaparannya, Pj. Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo menjelaskan pentingnya transformasi pembangunan kelurahan melalui pendekatan yang holistik, integratif, tematik dan berbasis spasial. Ia juga menekankan perlunya integrasi berbagai program lomba kelurahan agar lebih efisien.
“Ke depan, berbagai indikator penilaian akan disatukan dalam satu sistem terpadu. Data kelurahan juga akan dikelola melalui aplikasi digital untuk menghindari duplikasi permintaan data,” jelasnya.
Selain itu, penguatan sumber daya manusia dan pemberian insentif juga menjadi bagian dari strategi mendorong kemandirian serta inovasi di tingkat kelurahan.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menyampaikan program GKSTTB merupakan upaya lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari aspek kesehatan, lingkungan hingga kesiapsiagaan bencana.
“Program ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari penanganan stunting, mitigasi bencana hingga penguatan ekonomi keluarga. Semua harus berjalan secara terpadu,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani menegaskan pentingnya validitas data dalam pelaksanaan program. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
“Integrasi indikator kesehatan dan lingkungan harus didukung kerja sama lintas sektor agar program berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran,” tegasnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menambahkan pembangunan kelurahan harus berbasis potensi lokal serta didukung digitalisasi pelayanan dan pemetaan wilayah.
“Peran aparatur kelurahan dan kader sangat penting sebagai ujung tombak dalam menggerakkan partisipasi masyarakat. Penguatan SDM dan inovasi harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Melalui penguatan kolaborasi ini, Pemkot Probolinggo optimistis mampu mewujudkan kelurahan yang mandiri, tangguh dan berdaya saing dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan. (mel/fas)
