Gading, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus menggencarkan pelaksanaan Imunisasi Kejar Serentak (Catch Up Campaign) sebagai langkah strategis mencegah penyebaran penyakit menular pada anak. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Wangkal Kecamatan Gading, Kamis (26/3/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dengan fokus meningkatkan cakupan imunisasi anak yang belum lengkap.
Pelaksanaan imunisasi kejar diawali dengan pertemuan koordinasi lintas sektor yang dipimpin Camat Gading Erwin Yulianto. Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimka, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta mitra kesehatan yang berperan dalam mendukung keberhasilan program di lapangan.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dr. Nina Kartika mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan imunisasi kejar.
“Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun strategi bersama, mulai dari pendataan sasaran hingga pelaksanaan di lapangan. Edukasi kepada masyarakat juga sangat penting agar cakupan imunisasi dapat meningkat,” ujarnya.
Menurut Nina, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada warga.
Dalam forum tersebut, berbagai strategi dibahas secara komprehensif, mulai dari pemetaan anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap hingga pendekatan komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Edukasi menjadi bagian penting untuk mengatasi keraguan maupun informasi yang kurang tepat terkait imunisasi. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih percaya dan mau membawa anaknya untuk imunisasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, imunisasi kejar memiliki peran penting dalam membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, penyebaran penyakit seperti campak dan penyakit menular lainnya dapat ditekan secara signifikan.
“Melalui imunisasi kejar, kita ingin memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan optimal sehingga terhindar dari risiko penyakit berbahaya,” tegasnya.
Dinkes Kabupaten Probolinggo optimis dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat, target cakupan imunisasi dapat tercapai secara maksimal.
“Harapannya, seluruh pihak dapat berperan aktif agar anak-anak kita terlindungi sejak dini. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi masa depan,” pungkasnya. (ren/zid)
