Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus menguatkan koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) guna mengoptimalkan penanganan tuberkulosis (TBC) melalui rapat monitoring dan evaluasi (monev) program TBC, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi tenaga medis dan pengelola program untuk mengevaluasi capaian indikator, mulai dari penemuan kasus, keberhasilan pengobatan hingga kendala teknis di lapangan. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi dalam percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Probolinggo.
Rapat dipandu oleh Wasor TBC Dinkes Kabupaten Probolinggo S. Trisnoharini dan dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Nina Kartika. Dalam arahannya, Nina menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan capaian program.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk melihat capaian program sekaligus mencari solusi atas kendala di lapangan. Dengan koordinasi yang kuat, kami berharap penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan dapat terus meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program TBC tidak hanya ditentukan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor serta komitmen bersama dari seluruh pihak terkait.
“Dengan sinergi yang baik, kita optimis target pengendalian TBC dapat tercapai dan angka penularan bisa ditekan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Christian Yochanan dan Ivanullah Anggriawan memberikan penguatan terkait strategi percepatan eliminasi TBC. Materi yang disampaikan meliputi peningkatan penemuan kasus melalui skrining aktif serta pentingnya sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat.
Mereka menekankan bahwa penemuan kasus secara dini menjadi faktor penting dalam memutus rantai penularan. Selain itu, keberhasilan pengobatan hingga tuntas juga menjadi indikator utama dalam pengendalian penyakit ini.
“Penemuan kasus harus dilakukan secara aktif, terutama pada kelompok berisiko. Di sisi lain, pencatatan dan pelaporan harus akurat dan real time agar data yang dihasilkan valid dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap seluruh faskes semakin optimal dalam menjalankan program TBC secara menyeluruh, mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu mempercepat eliminasi TBC sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
