Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mendorong penguatan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas melalui penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama para kepala puskesmas di Ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Senin (16/3/2026).
Rakor tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo serta menghadirkan narasumber anggota TP2D Kabupaten Probolinggo Hamim Wajdi. Kegiatan ini diikuti oleh 33 kepala puskesmas dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, baik secara langsung maupun melalui daring.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan untuk mencapai target Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan di Kabupaten Probolinggo.
Dalam arahannya, Bupati Haris menegaskan bahwa arah pembangunan kesehatan di Kabupaten Probolinggo ke depan mengusung konsep Kesehatan SAE, yaitu Sehat Lahir Batin, Amanah dalam Layanan dan Eksis dalam Inovasi.
Menurutnya, konsep tersebut menjadi landasan dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan agar tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang sehat secara menyeluruh.
“Konsep pembangunan kesehatan ke depan adalah Kesehatan SAE. Dengan konsep ini kita ingin memastikan pelayanan kesehatan tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga menciptakan masyarakat yang sehat secara lahir dan batin,” ujarnya.
Bupati Haris menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diperkuat melalui pendekatan preventif dan promotif, sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini.
“Kesehatan tidak hanya berarti tidak adanya penyakit, tetapi juga menciptakan kebahagiaan dan keseimbangan hidup masyarakat. Karena itu pelayanan kesehatan harus diperkuat melalui pencegahan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab Probolinggo juga menaruh perhatian serius pada upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta penanganan stunting. Program tersebut harus dilaksanakan melalui perencanaan yang matang dan berbasis data yang akurat.
Ke depan, pemerintah daerah juga akan memperkuat edukasi kesehatan sejak sebelum pernikahan melalui pembentukan pusat konseling di tingkat kecamatan bagi calon pengantin maupun masyarakat usia produktif.
“Langkah ini bertujuan agar masyarakat lebih siap secara kesehatan sebelum menikah dan memiliki anak,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris juga menyoroti masih terjadinya pernikahan usia dini di sejumlah wilayah yang dinilai dapat memicu berbagai persoalan dalam keluarga.
“Pernikahan usia dini harus kita cegah bersama. Banyak pernikahan yang belum siap secara mental dan akhirnya menimbulkan berbagai persoalan keluarga. Karena itu edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Bupati Haris menegaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Dengan kerja sama yang baik, kita berharap kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Probolinggo akan semakin meningkat,” pungkasnya. (nab/zid)
