Verifikasi 42 Poktan, Diperta Kabupaten Probolinggo Pastikan Bantuan Tepat Sasaran


Dringu, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan bagi kelompok tani (Poktan) penerima manfaat sektor pertanian Tahun Anggaran 2026, Selasa (24/2/2026).

Sebanyak 42 kelompok tani yang tersebar di 15 kecamatan menjalani proses verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan sebagai penerima bantuan dari APBD Provinsi Jawa Timur. 

Tahapan ini dilakukan guna menjamin bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata terhadap produktivitas petani.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Faiq El Himmah menegaskan bahwa verifikasi merupakan tahap krusial sebelum bantuan disalurkan.

“Kami ingin setiap bantuan yang turun, baik berupa pupuk maupun alat mesin pertanian (alsintan), benar-benar diterima kelompok yang siap mengelolanya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan data usulan, komoditas tembakau mendominasi sebesar 78,6 persen dari total rencana bantuan. Sebanyak 33 Poktan tembakau diusulkan menerima sarana produksi seperti pupuk ZA, pupuk ZK serta alsintan berupa cultivator, motor roda tiga dan mesin perajang tembakau.

Selain tembakau, bantuan juga menyasar komoditas kopi untuk tiga kelompok tani dalam bentuk alat pemotong rumput dan mesin pulper. Sektor perkebunan lainnya seperti tebu dan cengkeh turut masuk dalam skema usulan. Tiga kelompok tani tebu direncanakan mendapat program “Pendekar Tebu”, sedangkan satu kelompok tani cengkeh diusulkan menerima bantuan bibit untuk rehabilitasi lahan.

“Tidak hanya sarana produksi, dua kelompok tani juga disiapkan menerima pelatihan serta bahan praktik perlindungan tanaman tembakau guna meningkatkan kualitas hasil panen,” terangnya.

Sebaran penerima manfaat cukup luas dengan konsentrasi terbanyak di Kecamatan Paiton sebanyak delapan Poktan, disusul Kuripan enam Poktan, Kotaanyar lima Poktan, Maron empat Poktan, Krejengan dan Tegalsiwalan masing-masing tiga Poktan. Sementara Besuk, Gading, Kraksaan, Krucil, Lumbang, Pakuniran, Pajarakan, Tiris dan Wonomerto tersebar sebanyak 13 Poktan.

Faiq mengingatkan agar bantuan yang nantinya diserahkan tidak dibiarkan mangkrak. Menurutnya, kelompok tani harus memiliki komitmen dalam pemeliharaan alsintan agar keberlanjutan program tetap terjaga.

“Bantuan ini adalah amanah. Kelompok tani harus berkomitmen menyiapkan iuran perawatan untuk keberlanjutan alat. Tujuannya meningkatkan efisiensi biaya usaha tani dan mutu hasil panen,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan secara ketat sejak awal. Peran PPL dinilai strategis dalam mengawal penggunaan alsintan sesuai standar operasional sekaligus mendorong tertib administrasi di tingkat kelompok.

Monitoring rutin akan terus dilakukan sebagai bahan evaluasi guna memastikan program bantuan pertanian benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)