Pemkab Probolinggo dan BPS Kabupaten Probolinggo Latih Ribuan Petugas, Pemutakhiran DTSEN 2026 Sasar 387.794 Keluarga


Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan petugas pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tahun 2026 secara serentak di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, Rabu (18/2/2026).

Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mematangkan pelaksanaan pemutakhiran DTSEN 2026 dengan target pendataan terhadap 387.794 keluarga yang tersebar di 6.091 Satuan Lingkungan Setempat (SLS). Upaya tersebut dilakukan guna memastikan data kemiskinan dan kesejahteraan sosial di Kabupaten Probolinggo semakin akurat, mutakhir dan tepat sasaran sebagai dasar perumusan kebijakan.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemkab Probolinggo melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan pemantauan pelaksanaan pelatihan di seluruh kecamatan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kami menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan pelatihan petugas pemutakhiran DTSEN ini,” ujarnya.

Menurut Ghafur, data merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan. Ketepatan, akurasi dan keterbaruan DTSEN sangat menentukan kualitas intervensi pemerintah, khususnya dalam program perlindungan sosial, pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

“Tanpa data yang valid dan mutakhir, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Ghafur berharap para petugas memiliki pemahaman teknis yang kuat, integritas serta komitmen dalam melakukan verifikasi dan validasi secara objektif dan profesional di lapangan.

Sementara Plt. Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti mengungkapkan pemutakhiran data secara langsung di lapangan menjadi pilihan utama dibandingkan sekadar pemadanan data administratif.

“Kalau untuk mendapatkan DTSEN dengan 39 variabel secara lengkap, sebaiknya memang dilakukan pemutakhiran data langsung di lapangan. Jika hanya mengandalkan pemadanan data, kita tidak bisa melakukan pengkinian atau memperkaya variabel secara maksimal,” jelasnya.

Untuk mencapai target 387.794 keluarga, Pemkab Probolinggo mengerahkan 2.439 petugas yang terdiri dari 1.928 Petugas Pencacah Lapangan (PCL), 487 Pengawas Lapangan (PML) dan 24 koordinator.

Pelaksanaan pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai 19 hingga 28 Februari 2026 setelah para petugas mengikuti pelatihan intensif.

Dalam pelaksanaannya, BPS menggunakan aplikasi digital Fasih untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pendataan. Kuesioner juga dirancang untuk mengakomodir kebutuhan pemerintah daerah, termasuk wacana penambahan dokumentasi foto kondisi rumah responden sebagai verifikasi visual tingkat kesejahteraan.

Setelah proses pendataan selesai, data akan memasuki tahap cleaning dan pemadanan pada bulan Maret sebelum ditetapkan sebagai data final pada akhir Maret 2026.

Dengan pemutakhiran menyeluruh ini, DTSEN 2026 diharapkan menjadi basis data sosial ekonomi yang lebih komprehensif dan mampu mendukung kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)