PCNU Kota Kraksaan Gelar Istighosah dan Tabligh Akbar Puncak Harlah ke-100 Masehi


Kraksaan, Lensaupdate.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan menggelar istighosah dan tabligh akbar dalam rangka puncak peringatan Harlah ke-100 Tahun Masehi / ke-103 Tahun Hijriah NU, Minggu (15/2/2026) malam di Gedung Islamic Centre (GIC) Kota Kraksaan. Kegiatan bertajuk Resepsi Harlah 1 Abad NU ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan serta penampilan seni pencak silat Pagar Nusa. Momentum tersebut juga dirangkai dengan pelantikan Pengurus Satgas Pengkaderan NU tingkat MWCNU dan penyerahan trofi pemenang Lomba Dakwah Digital.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mewakili Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Ketua MDS Rijalul Ansor Jawa Timur KH Ahmad Kafabihi selaku penceramah, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH Hafidzul Hakiem Noer, Rais Syuriah PCNU Kota Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan serta jajaran pengurus dan tokoh Nahdliyin lainnya.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyampaikan satu abad perjalanan NU merupakan bukti konsistensi dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus komitmen terhadap keutuhan NKRI.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kami menyampaikan selamat Harlah ke-100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama. Semoga NU semakin kokoh dalam khidmah keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi antara ulama dan umara menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat religius, moderat dan berakhlak di Kabupaten Probolinggo.

Sementara Rais Syuriah PCNU Kota Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan menjelaskan rangkaian Harlah telah diisi berbagai kegiatan sosial seperti khitanan massal, donor darah, pemeriksaan kesehatan, lomba voli hingga lomba dakwah digital.

“Semangat Harlah satu abad ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum memperkuat pengabdian kepada umat,” terangnya.

Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”, peringatan ini menegaskan komitmen warga Nahdliyin dalam menjaga persatuan bangsa, merawat tradisi serta berkontribusi membangun peradaban berakhlak.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan daerah, disertai harapan agar NU terus menjadi cahaya peradaban di tengah dinamika zaman. (nab/zid)