Gending, Lensaupdate.com - Pemerintah Kecamatan Gending menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2027 di pendopo kantor Kecamatan Gending, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Camat Gending Winda Permata Erianti bersama unsur Forkopimka, jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa se-Kecamatan Gending, lembaga kemasyarakatan, lembaga pendidikan, organisasi sosial keagamaan serta perwakilan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah prioritas pembangunan tahun 2027 disepakati di antaranya percepatan pemerataan infrastruktur dasar, peningkatan akses layanan dasar yang berkualitas dan berkelanjutan, penguatan ketahanan pangan dan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kesetaraan gender hingga tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Camat Gending Winda Permata Erianti menegaskan Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi desa dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Musrenbang ini adalah ruang bersama untuk memastikan setiap usulan benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat dan mendukung arah kebijakan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Ia menjelaskan, percepatan pemerataan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pengelolaan sumber daya air, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), drainase hingga penguatan jaringan telekomunikasi menjadi fokus utama tahun 2027. Digitalisasi pelayanan publik kecamatan dan desa juga menjadi target bertahap.
“Kita ingin layanan publik semakin mudah, cepat dan transparan melalui digitalisasi sebagai bagian dari komitmen menuju tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel,” tegasnya.
Di sektor layanan dasar, Kecamatan Gending mendorong pengelolaan persampahan berbasis ekonomi sirkular, optimalisasi sistem air limbah domestik, peningkatan akses kesehatan dan pendidikan serta penguatan perlindungan masyarakat dan kesiapsiagaan bencana.
Salah satu program unggulan yang kembali ditekankan adalah GAS MASS!! (Gending Atasi Sampah Masyarakat Asri Sehat Sejahtera). Program ini mendorong setiap desa melalui BUMDes membentuk unit bank sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi sirkular.
“Kami mengarahkan desa-desa untuk mengusulkan bantuan hibah peralatan dan perlengkapan pengelolaan persampahan agar bank sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam Musrenbang tersebut tercatat 91 usulan masuk untuk RKPD 2027, terdiri atas 36 usulan dari kepala desa dan 55 usulan dari lembaga. Desa Randupitu menjadi desa dengan jumlah usulan terbanyak yakni 13 usulan, sementara empat desa meliputi Pesisir, Bulang, Sebaung dan Banyuanyar Lor belum menyampaikan usulan.
Winda berharap seluruh desa dapat memaksimalkan pengajuan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) hingga batas waktu 28 Februari 2026 dengan kuota maksimal 12 usulan per desa sesuai daftar usulan RKP hasil Musrenbangdes.
“Partisipasi aktif seluruh desa sangat penting agar pembangunan lebih merata dan tidak ada wilayah yang tertinggal. Musrenbang bukan hanya soal banyaknya usulan, tetapi tentang kualitas dan dampaknya bagi masyarakat,” tandasnya.
Musrenbang RKPD 2027 ini dilaksanakan serentak di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
